Waspadai Sambaran Petir saat Musim Hujan!

19/02/2013 0 Comments

Di Kalipucang, Wasdad Tewas dan Didin terluka akibat tersambar petir

Kalipucang, (harapanrakyat.com),-

Sambaran diperkirakan masih akan terjadi sepanjang musim penghujan. Penyebab adanya petir adalah awan cumulonimbus. Tanda-tandanya, jika dua hari cuaca cerah, lalu tiba-tiba mendung hitam bergelayut di langit, maka potensi adanya petir sangat tinggi. Selain itu juga ada potensi terjadinya puting beliung atau angin kencang.

Informasi itu tertuang dalam berita sebuah web, yang menyebutkan hasil perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terkait potensi bencana yang bakal timbul sepanjang musim penghujan.

Benar saja, pada Senin (18/2), dua warga kalipucang tersambar petir ketika pulang dari sawah. Wasdad (46), warga Dusun Sindangmangu Rt 4/5 Desa Bagolo tewas seketika setelah tersambar petir. Sedangkan, Didin (32), warga Dusun Bagolo Kolot Rt 10/6 Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang, sempat kritis.

Didin, ketika berhasil ditemui HR, mengisahkan, hari itu dia dan Wadad sejak pagi sudah menggarap sawah milik Idi, di Dusun Platar Agung Desa Bagolo. Menjelang tengah hari, hujan mulai turun dengan deras.

Sekitar pukul 14.00 WIB, karena merasa hujan tidak akan reda, Didin dan Wasdad memutuskan untuk pulang lebih cepat, dan berencana melanjutkan pekerjaan keesokan harinya.

Namun di tengah perjalanan, di pematang sawah, tiba-tiba petir menyambar. Didin terpental hingga enam meter dari tempat dia berdiri sebelumnya. Sedangkan Wadad terkapar, terbujur kaku, dengan luka gosong.

Kades Bagolo, Rahmat, Senin (18/2), membenarkan, peritistiwa yang menimpa dua korban tersebut terjadi di area persawahan sekitar Platar Agung Bagolo. Saat itu keduanya tengah menggarap sawah milik salah seorang warga.

Rahmat menuturkan, korban kritis, Didin langsung dilarikan ke Puskesmas Kalipucang untuk mendapat perawatan intensif. Namun sayang, nyawa Wasdad, sudah tidak bisa tertolong.

Di tempat terpisah, isak tangis keluarga korban tewas, tidak terbendung, ketika mendengar kabar Wadad tewas tersambar petir. (ntang)

Editor : Deni Supendi

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply