(Akibat Hujan Deras & Sempitnya Saluran Air) Hektaran Sawah Tadah Hujan Terendam Banjir

31/03/2013 0 Comments
Luapan air dari saluran pembuangan tidak hanya membanjiri areal sawah di Jajawar dan Balokang, tapi juga perkampungan di sekitarnya. Tampak pengendara motor melintasi genangan air di depan kantor BPP Kec. Banjar. Foto : Eva Latifah/HR.

Luapan air dari saluran pembuangan tidak hanya membanjiri areal sawah di Jajawar dan Balokang, tapi juga perkampungan di sekitarnya. Tampak pengendara motor melintasi genangan air di depan kantor BPP Kec. Banjar. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Hujan deras yang mengguyur Kota Banjar sejak Senin sore (25/3) hingga Selasa dini hari (26/3),  mengakibatkan lebih dari 1 hektar areal sawah tadah hujan di wilayah Desa Jajawar dan Balokang, Kecamatan Banjar, terendam banjir.

Bahkan, besarnya luapan air tidak hanya menggenangi lahan pesawahan, tapi juga sejumlah perkampungan warga di sekitarnya ikut tergenang, salah satunya perkampungan di belakang kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Banjar.

Menurut Kepala BPP Kecamatan Banjar, Sarnudin, bahwa selama musim hujan banjir seperti ini sudah dua kali terjadi. Hal itu akibat dampak dari kecilnya saluran pembuangan air di wilayah Jajawar dan Balokang. Sehingga, ketika hujan deras turun terus-menerus, saluran tidak mampu menampung besarnya volume air.

“Akhirnya air meluap hingga ke perkampungan. Bahkan, ketinggian air di depan kantor BPP mencapai lutut orang dewasa. Sekarang sudah mendingan surut, tapi kalau tadi malam sampai pagi kendaraan pun tidak bisa melintas, karena air mulai meluapnya itu sekitar jam 2 malam,” kata Sarnudin, saat ditemui HR, Selasa (26/3).

Lanjut dia, meski banyak lahan sawah terendam banjir, dipastikan para petani tidak akan mengalami gagal panen. Sebab, sekitar 1 minggu tanaman padi mereka telah memasuki masa panen, dan sebagian sudah panen.

Sedangkan, mengenai berapa total luasan sawah yang terendam banjir di wilayah Desa Jajawar dan Balokang, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti. Baru diketahui sawah di sekitar kantor BPP saja, yakni luasnya sekitar 300 bata.

“Untuk sementara belum diketahui, saya baru mau mengeceknya ke lapangan sekarang, guna mengetahui secara keseluruhan lahan yang terkena dampak meluapnya saluran pembuangan air,” ujarnya.

Sarnudin mengatakan, agar masalah seperti ini tidak terulang lagi, diharapkan kedepan pemerintah melalui dinas terkait melakukan pelebaran saluran pembuangan air. Sebab, jika dibiarkan maka sudah dipastikan setiap hujan deras sebagian lahan pesawahan tadah hujan akan terendam banjir.

Di tempat terpisah, Jajang, salah seorang buruh tani di lahan pesawahan Blok Ciaren, Balokang, menyebutkan, hingga siang hari sawah yang masih terendam air luasnya mencapai kurang lebih 1 hektare.

“Air solokan yang ada di sekitar areal pesawahan Ciaren, tepatnya solokan di sepanjang jalan Balokang ke arah Jajawar, terlihat mulai meluapnya sejak jam empat sore kemarin (Selasa-25/3-Red), tapi airnya belum sampai ke sawah. Air mulai merendam sawah itu pada malam harinya. Insya Alloh tidak akan menggaggu hasil panen, karena padi sudah siap dipanen,” kata Jajang. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply