Bocah Tanpa Kaki & Tangan Mampu Melukis

31/03/2013 Berita Kawali
Bocah Tanpa Kaki & Tangan Mampu Melukis
Meski fisiknya terbatas, Satrio bisa berkarya dengan membuat sebuah lukisan. Satrio saat melukis di atas sebuah media lukis (kertas). Foto : Eji Darsono/HR.

Meski fisiknya terbatas, Satrio bisa berkarya dengan membuat sebuah lukisan. Satrio saat melukis di atas sebuah media lukis (kertas). Foto : Eji Darsono/HR.

Panawangan, (harapanrakyat.com),- Satrio (8), bocah laki-laki dari pasangan suami istri (pasutri) Mimi dan Wawan, warga Dusun Cibogor RT 08/ 2 Desa Panawangan, terlahir tanpa memiliki tangan dan kaki. Saat ini, bocah tersebut mampu melukis dengan menggunakan mulutnya.

Mimi, (ibu Satrio), ketika ditemui HR, di rumahnya, mengatakan, sejak usia 7 tahun, Satrio anaknya sudah bisa melukis. Cara Satrio melukis memang berbeda dengan anak lainnya.

Kepada HR, Mimi mengaku tidak pernah membayangkan, Satrio dengan keterbatas fisik yang dialaminya bisa berkarya dengan membuat sebuah lukisan, meski lukisan tersebut masih belum memiliki nilai lebih, tapi Mimi menghargai karya anaknya itu.

Menurut Mimi, kemampuan anaknya melukis sebuah gambar tidak pernah dia ajarkan sebelumnya. Bahkan, tidak seorang pun mengajarkannya. Dia hanya mengandalkan instingnya.

“Terkadang saya merasa bersedih melihatnya. Saya sering berandai-andai, kalau saja anak terlahir normal, mungkin bisa melebihi anak-anak lain seusianya. Sebab, dengan kondisi seperti ini saja, Satrio bisa berkarya dan melakukan apa yang orang lain bisa,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Sahdi, Pegawai Kec. Panawangan, mengatakan, bahwa kesuksesan seseorang bukan karena kondisi fisiknya. Dia juga mencontohkan, warga Australia yang bernama Nick, pada usia 10 tahun, sempat berpikir untuk bunuh diri. Dia prustasi lantaran kondisinya fisiknya menjadi bahan olok-olokan anak lain.

Nick juga diremehkan, lanjut Sahdi, karena dianggap tidak bisa melakukan banyak hal sebagaimana orang lain. Tapi di luar dugaan, Nick ternyata mampu menyelesaikan kuliah sampai mendapat gelar Sarjana Akuntansi.

“Dia juga aktip dalam kegiatan nirlaba, memberikan pencerahan kepada banyak kalangan,” ungkapnya.

Sahdi berharap, apa yang dialami Satrio bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Termasuk kemampuannya melukis perlu mendapat apresiasi. (dji)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles