Dinilai tak Bermanfaat, RTH Cigembor Disoal

18/03/2013 0 Comments
RTH Cigembor Ciamis Manis berlokasi di Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis, dengan luas area 0,5 Ha dari total area 1,2 Ha yang akan diproyeksikan tahun 2013 ini dinilai banyak pihak kurang efektif untuk memecah keramaian Taman Raflesia. Dengan menelan dana Rp. 800 Juta, dari APBD propinsi Jabar, akankan RTH ini berfungsi sebagaimana mestinya? Foto : Dicky Haryanto Adjid/HR.

RTH Cigembor Ciamis Manis berlokasi di Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis, dengan luas area 0,5 Ha dari total area 1,2 Ha yang akan diproyeksikan tahun 2013 ini dinilai banyak pihak kurang efektif untuk memecah keramaian Taman Raflesia. Dengan menelan dana Rp. 800 Juta, dari APBD propinsi Jabar, akankan RTH ini berfungsi sebagaimana mestinya? Foto : Dicky Haryanto Adjid/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cigembor Ciamis Manis di wilayah Kel. Cigembor Kec. Ciamis menuai penolakan dari kalangan akademisi. Akademisi mensinyalir, RTH tersebut tidak akan banyak memberikan manfaat bagi khalayak.

Alasannya, selain karena lokasi yang jauh dari pusat keramaian, juga keberadaan Taman Lokasana yang baru dibangun belum lama ini, dianggap sudah mencukupi kebutuhan masyarakat akan ruang publik.

“Menurut hemat kami, itu tidak efektif,  karena sudah ada Taman Lokasana. Kalaupun mau, sebaiknya lokasinya tidak di wilayah pinggiran kota,” ungkap Akademisi FISIP, yang juga Sekretaris Esekutif LPPM Unigal, Drs. Agus Dedi, M.Si, Senin (11/3).

Agus menyarankan, agar Pemkab. Ciamis merencanakan pembangunan RTH di bilangan perkantoran. Aksesibilitas lokasi RTH terhadap pemukiman dan keramaian, relatif lebih dekat dibanding dengan di Cigembor.

Di samping itu, kata Agus, jika tujuannya untuk memecah konsentrasi massa di Taman Raflesia, maka kawasan perkantoran Ciamis cocok untuk dijadikan lokasi pembangunan RTH. Soalnya, lokasi tersebut tidak terlampau jauh dari pemukiman dan titik keramaian masyarakat.

“Sulit kalau tujuannya untuk memecah konsentrasi massa, sementara dibangunnya di Cigembor,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Jaro Exuse, Akademisi FKIP dan Penggiat Budaya Ciamis, sependapat dengan hal itu. Menurut dia, Pemkab. Ciamis melalui Dinas Cipta Karya, terlalu bertaruh terhadap agenda pembangunan RTH Cigembor.

“Saya khawatir, karena lokasinya di pinggiran kota, tidak ada yang akan menikmatinya. Artinya, ada keengganan dari masyarakat untuk mengakses tempat tersebut,” ungkapnya.

Terkait digalakannya pembangunan RTH, Jaro mengaku sangat setuju. Hanya saja, dia mengisyaratkan agar Pemkab. Ciamis, terlebih dahulu melakukan kajian soal lokasi, ornament dan agenda kegiatan yang akan digelar di tempat itu.

“Kenapa tidak dikombinasikan saja dengan pembangunan gedung kesenian yang selama ini dituntut oleh para seniman,” katanya.

Berbeda dengan itu, Direktur CGM Ciamis, Ir. Hery Hernawan, Senin (11/3), melalui pesan singkatnya, mengatakan, agar masyarakat memahami hakekat dari pembangunan RTH. Menurutnya, Karena alasan Global Warming yang dikuatkan UU Lingkungan Hidup, maka setiap Kota atau Kabupaten perlu membuat paru-paru kota.

“ Hanya saja pelaksanaannya tidak asal-asalan, harus professional,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang Kab. Ciamis, Ir H. Rahlan Suryadinata, Senin (11/3), mengatakan, pihaknya tetap akan melanjutkan pembangunan tahap kedua RTH Cigembor Ciamis Manis.

“Luasnya 0,7 Ha, dari total luas area RTH 1, 2 Ha. Pendanaan dari Pemprov Jabar TA 2012. Pembangunan RTH itu untuk memecah keramaian di Taman Raflesia alun-alun, dimana jumlah pengunjungnya selalu meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pemukiman dan Tata Ruang, Ir. Bambang, menyebutkan, anggaran untuk pembangunan RTH Cigembor Ciamis Manis tahap pertama, menelan biaya sekitar Rp. 800 juta.

“ Tapi kalau untuk pagu lelangnya sebesar 750 jutaan rupiah,” pungkasnya. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!