Ganggu Estetika, PKL Lapang Bakti Segera Ditata

20/03/2013 0 Comments
Deretan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapang Bakti terlihat semrawut dan terkesan kumuh. Pemerintah harus bertindak cepat untuk melakukan penataan. Foto : Eva Latifah/HR.

Deretan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapang Bakti terlihat semrawut dan terkesan kumuh. Pemerintah harus bertindak cepat untuk melakukan penataan. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapang Bakti, Kota Banjar, harus segera ditata. Pasalnya, jika dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan nantinya dapat menghambat upaya pemerintah saat akan melakukan penataan.

Permintaan tersebut diungkapkan sejumlah pengunjung RTH Lapang Bakti, ketika dijumpai HR, Minggu (17/3). Menurut mereka, selain khawatir akan menghambat upaya penataan, kondisi lapak PKL saat ini juga dianggap mengganggu pemandangan.

“Sebelum jumlahnya semakin meningkat, sebaiknya didata dari sekarang. Kemudian bagaimana mekanismenya jika ada masyarakat yang ingin berdagang di kawasan tersebut. Dalam hal ini dinas terkait tentunya harus bertindak cepat,” kata Irfan (34), salah seorang pengunjung.

Pendapat serupa diungkapkan pengunjung lainnya,Yana (38). Dia berharap, jangan sampai penempatan lapak untuk PKL diperjual belikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Yana mengaku, dirinya mendengar dari sejumlah warga yang menyebutkan bahwa jika ingin berdagang di Lapang Bakti, terlebih dahulu harus mendaftar ke Kelurahan Banjar, dan membayar uang pendaftaran sebesar 25 ribu rupiah.

“Lapang Bakti kini sudah terlihat indah. Selain taman, di dalamnya pun tersedia fasilitas untuk olahraga. Masyarakat telah memanfaatkannya sejak tempat ini dibuka. Saya rasa yang harus dilakukan pemerintah sekarang adalah tinggal pendataan, penataan PKL-nya. Tapi, dalam proses pendataan maupun penataannya jangan sampai ada hal-hal yang dapat menimbulkan permasalahan,” kata Yana. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!