(Gubernur, Menpera dan Menakertrans Tandatangani MoU) Buruh di Jabar Akan Difasilitasi Bantuan Rusunwa

31/03/2013 0 Comments
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama sejumlah gubernur lainnya menandatangani nota kesepahaman pembangunan rusunawa khusus buruh dengan Menpera Djan Faridz dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar di Jakarta, Jumat (15/3). Foto : Biro Humas Pemprov Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama sejumlah gubernur lainnya menandatangani nota kesepahaman pembangunan rusunawa khusus buruh dengan Menpera Djan Faridz dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar di Jakarta, Jumat (15/3). Foto : Biro Humas Pemprov Jabar.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menandatangani naskah kesepakatan bersama dengan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar, di Jakarta, Jumat (15/3). Penandatanganan itu terkait program penyedian perumahan yang diperuntukan bagi warga yang berprofesi sebagai buruh di Jawa Barat.

Selain di Jawa Barat, Menpera dan Menakertrans juga menandatangani kesepakatan pada program yang sama dengan Gubernur DKI Jakarta, Banten, Jateng, Jatim, dan Gubernur DIY.

Dalam naskah kesepahaman disebutkan, Kementerian Perumahan menyediakan anggaran untuk pembangunan Rusunawa (Rumah Susun Sederhana) buruh, berikut fasilitas instalasi listrik dan air. Sementara Pemerintah Provinsi diwajibnya menyiapkan lahan dan furniturnya.

Sementara untuk koordinasi penentuan lokasi dan organisasi calon penghuni diatur Kemenakertrans dengan pemerintah daerah. Dalam prosesnya, pemerintah melibatkan kalangan pengusaha dan organisasi pekerja.

“Saya baru dapat kabar dari Kepala Dinas Perumahan Pemprov Jabar, kita akan segera membangun delapan twin block rusunawa. Masing-masing dua di Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan di Kota Bogor,” papar Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, dalam keterangan persnya, belum lama ini.

Heryawan menjelaskan, dengan menghuni rusunawa yang dibangun di sekitar komplek pabrik, maka pekerja dapat menghemat biaya transportasi.

“Bahkan cukup dengan jalan kaki. Ini berarti dengan tinggal di rusunawa, salah satu komponen pengeluaran tetap para buruh dapat dihilangkan. Kita semua tahu biaya transportasi cukup besar. Karenanya, kita yakin, penyediaan rusunawa akan meningkatkan kesejahteraan teman-teman pekerja secara signifikan,” jelas Gubernur yang akrab disapa Kang Aher ini.

Heryawan menambahkan, untuk semakin memantapkan kesejahteraan kaum buruh, Pemprov Jabar dengan kementerian terkait juga berencana membangun rumah sakit yang juga khusus didedikasikan kepada kalangan pekerja. “Rumah sakit pertama lokasinya, insyaAllah, di Bekasi,”katanya.

Menurut Heryawan, program khusus buat kalangan pekerja tersebut didasari pentingnya posisi kalangan pekerja dalam pembangunan ekonomi. Karenanya, Pemprov Jabar dengan menggandeng kalangan pengusaha dan Pemerintah Pusat terus berusaha memenuhi kebutuhan dasar pekerja. “Tanpa pekerja, tidak terbayangkan bagaimana kita membangun perekonomian nasional dan daerah,” tutur Gubernur Heryawan.

Heryawan Gandeng Jamsostek Sejahterakan Buruh Jabar

Sementara itu, dalam acara Custumer Gathering PT Jamsostek dalam rangka HUT ke-35 di Grand Ballroom Hotel Hilton, Bandung, pada Jumat (15/3) malam, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut positif keseriusan PT Jamsostek mengalirkan programnya ke Jawa Barat. Bukan cuma di Bandung, namun hingga pelosok kabupaten/kota yang lain.

Dalam acara Custumer Gathering tersebut, juga dihadiri jajaran manajemen kantor pusat PT Jamsostek, termasuk Direktur Utama Elvyn G. Masassya dan Komisaris Utama Denny Indrayana, yang juga Wakil Menteri Hukum dan HAM.

“Pemprov Jawa Barat berterimakasih kepada seluruh jajaran PT Jamsostek yang selama ini telah memainkan peran dalam menyejahterakan teman-teman pekerja se-Jawa Barat. Kami berharap, partisipasi ini semakin ditingkatkan mulai tahun ini dan ke depannya,” terangnya.

Heryawan juga mengungkapkan, kaum buruh adalah pilar utama perputaran ekonomi suatu daerah, bahkan bangsa. Tanpa pekerja, segala rencana pembangunan tidak berarti apa-apa. Karenanya, tegas Heryawan, pemerintah daerah senantiasa berupaya agar kehidupan kalangan pekerja semakin membaik dari hari ke hari.

“Jangan tuntut buruh berterimakasih kepada pengusaha. Melainkan, sebaliknya. Pengusahalah yang wajib berterimakasih kepada pekerja. Karenanya, mari kita ciptakan kondisi agar buruh semakin sejahtera. Pekerja sejahtera, pengusaha untung,” tegasnya.

Sebelumnya, Dirut PT Jamsostek Elvyn G. Masassya dalam sambutannya di acara Custumer Gathering yang dihadiri sekitar 300 orang undangan mengatakan, kaum pekerja yang menjadi peserta Jamsostek kini mencapai 2,7 juta orang. Jumlah ini masih jauh di bawah total pekerja di Jabar yang mencapai 22 juta orang.

“PT Jamsostek pada tahun ini akan menambah outlet pelayanan yang menjangkau seluruh kabupaten dan kota, termasuk di Jabar,” kata Elvyn. Pada kesempatan yang sama, Elvyn juga menegaskan, PT Jamsostek akan turut berpartisipasi membangun rumah susun sewa (rusunawa) buat kaum buruh.

Hasyim Muzadi Petuahi Aher Sikap Kenegarawan

Gubernur Jawa Barat Jawa Barat Ahmad Heryawan kembali mengunjungi mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di kediamannya di Depok, Jabar, Sabtu (16/3). Kediaman kiai kharismatik ini berada dalam lingkungan Pondok Pesantren Al-Hikam di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji.

Gubernur mengawali silaturahimnya dengan menunaikan salat maghrib berjamaah di masjid cukup megah, juga di lingkungan pesantren. Usai salat, keduanya terlibat obrolan santai di ruang tengah kediaman Muzadi, sekitar 45 menit.

Usai silaturahim, Heryawan kepada wartawan menjelaskan, pertemuannya dengan Muzadi sebagai kunjungan biasa. Pertemuan terakhir mereka berlangsung di tempat yang sama beberapa bulan lalu, sebelum puncak Pilgub Jabar pada 24 Februari.

“Sebelum Pilgub, saya bertemu beliau memohon doa agar pesta demokrasi Jabar berlangsung aman, lancar, dan damai. Kita semua bersyukur, Pilgub Jabar rampung tanpa masalah berarti. Saya tentu perlu mengucapkan terimakasih,” jelasnya menjawab wartawan mengenai latarbelakang kunjungannya.

Obrolan santai berlanjut menjadi diskusi hangat. Temanya, kata Heryawan, mengenai situasi terkini Indonesia. Muzadi bercerita banyak tentang kondisi mutakhir Indonesia, yang disimak cermat Heryawan.

Heryawan menyatakan, pengalaman panjang dan pemikiran Muzadi sebagai tokoh bangsa patut didengar dan menjadi acuan para pemimpin muda. Dengan demikian, kalangan muda dapat mengambil sikap dan tindakan tepat dalam menyelesaikan persoalan sosial-kemasyarakatan, dan politik khususnya.

“Saya banyak memetik ilmu tentang bagaimana seharusnya bersikap sebagai negarawan. Saya diingatkan bagaimana sebaiknya kepemimpinan. Saya juga diminta agar berdiri dan berjuang untuk seluruh kelompok masyarakat, tanpa kecuali,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh NU Muzadi menyambut baik kerendahan hati Gubernur Ahmad Heryawan yang senantiasa menjalin komunikasi dengan sesepuh bangsa.

“Silaturahmi seperti ini harus terus dilakukan oleh siapapun pemimpin muda sekarang. Ini contoh baik,” tandas KH Hasyim Muzadi. (Advetorial)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!