(HUT Damkarnas ke-94) Kelembagaan & Infrastruktur Perlu Ditingkatkan

07/03/2013 0 Comments
Para petugas UPT Pemadam Kebakaran Kota Banjar, tampak khidmat mengikuti upacara peringatan HUT Pemadam Kebakaran Nasional (Damkarnas) ke-94, yang digelar BPBD Kota Banjar, Jum’at (1/3).  Foto : Eva Latifah/HR.

Para petugas UPT Pemadam Kebakaran Kota Banjar, tampak khidmat mengikuti upacara peringatan HUT Pemadam Kebakaran Nasional (Damkarnas) ke-94, yang digelar BPBD Kota Banjar, Jum’at (1/3). Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran Nasional (Damkarnas) ke-94 digelar secara sederhana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Jum’at (1/3), di halaman kantor UPT Pemadam Kebakaran (Damkar), bertujuan untuk meningkatkan peran kebersamaan antara petugas, pemerintah dan masyarakat dalam pengurangan resiko bencana kebakaran di lingkungan, serta penyelamatan korban bencana lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Moch. Dasuki Soleh, SH, M.Si., mengatakan, melalui upacara peringatan tersebut diharapkan kapasitas dan kapabilitas personil, serta kelembagaan Damkar terus ditingkatkan, mengingat tugas yang semakin berat di masa mendatang.

“Saya berharap Satgas Damkar selalu siap siaga, jangan lengah, namun harus sigap, cepat, cekatan dan cerdas dalam menghadapi bencana kebakaran. Sebagaimana motto Satgas Damkar, yakni pantang pulang sebelum api padam, walaupun nyawa taruhannya,” kata Dasuki, kepada HR, Jum’at (1/3).

Lanjut dia, upacara peringatan HUT Damkarnas di Kota Banjar dilaksanakan berdasarkan surat edaran Mendagri Nomor 003.3/714/SJ tertanggal 12 Februari 2013, tentang peringatan hari Damkarnas ke-94, dimana setiap kabupaten/kota dihimbau melaksanakannya.

Selain untuk meningkatkan peran kebersamaan petugas, pemerintah dan masyarakat, kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong kepedulian semua pihak terkait dan masyarakat, guna membantu, sekaligus memberikan apresiasi terhadap semangat juang para petugas Damkar.

Kemudian, mengingatkan terhadap kewaspadaan bahaya kebakaran yang sering terjadi akibat kelalaian, penggunaan alat listrik tidak sesuai standar nasional, dan arus pendek yang jarang terkontrol.

Dasuki mengatakan, peran Satgas Damkar sangat strategis dalam pengurangan resiko bencana dan kebakaran, maupun dalam pembangunan daerah yang berbasis pengurangan resiko bencana, dan kebakaran sebagai perwujudan perlindungan masyarakat. Hal itu merupakan salah satu urusan wajib daerah.

Kebakaran juga tidak mengenal musim, dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Hampir di setiap daerah dari tahun ke tahun peristiwa tersebut semakin meningkat intensitasnya. Penyebabnya beragam, baik karena insiden, seperti unsur kesengajaan konflik/demo, atau kebakaran yang tidak disengaja, seperti akibat listrik arus pendek, kompor gas/minyak, lilin.

Semestinya kebakaran dapat dicegah melalui mitigasi, penyuluhan, pendidikan, inspeksi dan kesiap siagaan, sehingga tercapai pengurangan resiko kebakaran. Kemudian, lahirnya Undang Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, membawa perubahan paradigma penanggulangan bencana dari responsive menjadi preventif.

Menurut Dasuki, yang menjadi tantangan saat ini adalah mensosialisasikan paradigma baru tersebut agar menjelma menjadi kebijakan, peraturan dan prosedur tetap kebencanaan sampai ke tingkat pemerintahan paling bawah.

Kebijakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran meliputi masalah kelembagaan, pendanaan, peningkatan sarana prasarana, peningkatan kapasitas kelembagaan dan personil, serta membangun gerakan kesadaran masyarakat peduli kebakaran.

Dasuki menyebutkan, tantangan yang tidak kalah strategisnya adalah perlu segera dilakukan upaya-upaya peningkatan kapabilitas kelembagaan dan personil Damkar disemua tingkatan pemerintahan.

Peningkatan tersebut perlu dilakukan dengan turut melibatkan pihak swasta dan masyarakat. Termasuk dalam hal ini adalah melengkapi sarana prasarana, serta pendanaan yang dibutuhkan untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Dia menambahkan, seharusnya kegiatan peringatan HUT Damkarnas melibatkan semua Kepala OPD yang ada Pemkot Banjar, pihak swasta, dan semua unsur masyarakat. Namun, karena keterbatasan biaya maka pihaknya hanya mengundang Kepala OPD di lingkup kantor BPBD, Lurah Pataruman, Danramil 0613 serta Kapolsek Pataruman. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!