Menyoal Pembangunan Pendidikan Menuju Banjar Cerdas

07/03/2013 0 Comments

Oleh : Nanang Supendi

nanangTak terasa Pemerintahan Kota Banjar sudah menginjak 10 tahun menjadi daerah otonom terlepas dari pemerintahan Kabupaten Ciamis, dengan begitu pula masyarakat dan pemerintah kota ini bermimpi sebagai “Kota Termaju di Priangan Timur”.

Sekarang mimpi ini hampir menjadi kenyataan, bisa dikatakan kota yang gelap itu kini sudah berubah. Kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan dasar yang murah sudah terpenuhi. Jalan-jalan kampung hampir semuanya sudah beraspal, gang-gang dengan beton mulus. Fasilitas kesehatan masyarakat, sanitasi, irigasi dan pasar-pasar tradisional dibangun dengan gencar. Daya beli masyarakat meningkat karena penguatan ekonomi desa dengan Koperasi di setiap Kelurahan dan BUMDes di setiap Desa, walau belum meningkat secara signifikan. Jalan-jalan di pusat kota, taman kota serba tertata rapih.

Tak cuma omong kosong, kebijakan keberpihakan terhadap masyarakat memang terlihat nyata di segala bidang. Misalnya dalam sektor Pendidikan, kebijakan pendidikan kota Banjar, sejak tahun 2005, jauh sebelum ada kebijakan BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Banjar sudah memberikan kemudahan akses pendidikan bagi warga miskin, yaitu menyelamatkan siswa yang terancam Droup Out (DO), dengan asumsi anak-anak sekolah yang potensial tidak bisa melanjutkan sekolah karena kekurangan biaya diberikan bantuan.

Begitupun dengan akses pendidikan tinggi diberikan kemudahan dan fasilitas bantuan bagi siswa SMA dari kelurga miskin dan mempunyai nilai terbaik bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Tak terkecuali untuk para gurupun, agar proses mengajarnya nyaman dan tenang diberikan tunjangan 500 ribu perbulan. Tak kalah pentingnya hasil pembangunan dunia pendidikan, dulu hanya memiliki 1 SMK dan 1 SMA, sekarang Banjar memiliki 4 SMK dan 3 SMA.

Terlebih tahun ini Pemerintah Kota Banjar, mempunyai mimpi lain yaitu mewujudkan Banjar Cerdas dengan melakukan terobosan pembangunan pendidikan. Yang semula Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) berlaku untuk siswa SD dan SMP, maka mulai bulan April akan membebaskan SPP dan sumbangan pembangunan bagi SMA, SMK, MAN baik Negeri maupun Swasta. Untuk program bebas biaya pendidikan SMA/SMK/MAN nantinya akan dikemas dalam Kartu Banjar Cerdas.

Namun setidaknya dalam mengeluarkan program Kartu Banjar Cerdas harus diikuti bagaimana teknis pengaturannya, disini pemangku kebijakan harus membuat regulasi yang jelas. Pertanyaannya termasuk bagaimana dengan siswa dikategorikan tidak mampu dalam memenuhi pembelian buku pelajaran, belum lagi beban karya wisata yang selalu memberatkan orang tua murid dan biaya biaya lainnya. Artinya masyarakat kota Banjar harus mengetahui apa saja kegunaan Kartu Banjar Cerdas, apakah hanya berfungsi bebas biaya SPP dan bebas biaya pembangunan?.

Apapun namanya langkah baik ini tetap perlu kita apresiasi, karena terobosan tersebut dilakukan Pemerintah Kota Banjar yakni untuk lebih meningkatkan dan memajukan dunia pendidikan warganya, juga tidak lain mengembangkan struktur dan sistem pendidikan yang berkualitas, berarti pula kita telah berinvestasi hingga anak cucu kita. Meskipun biaya yang dibutuhkan sangat besar dalam melaksanakan program ini, namun tentunya kita semua optimis pemerintah mampu mengatasinya, oleh sebab itu yang paling penting partisipasi aktif semua pihak untuk mendukung dan bersinergi.

Penganggaran biaya merupakan hal yang penting tidak dapat dipisahkan untuk mewujudkan keberhasilan suatu program. Sehingga Banjar Cerdas memiliki perencanaan yang matang dan arah pembangunan pendidikan di Banjar dapat ditentukan sedini mungkin, tak terkecuali perlu perbaikan fisik/bangunan sekolah, sarana dan prasarana serta SDM guru, akan mampu menciptakan suatu rencana yang konkret untuk meletakan dasar bagi keberlanjutan program baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang. Hal ini perlu adanya dukungan DPRD, sehingga pemerintah dapat selalu berupaya menganggarkan dana pendidikan yang memadai dalam mewujudkan Banjar Cerdas yang menjadi impian bersama.

Penting bagi masyarakat kota Banjar mempertanyakan akan sampai kapan program pendidikan gratis sampai tingkat SLTA diberlakukan?. Hal inilah dalam tahun 2013 merupakan tantangan keberlanjutan pembangunan Kota Banjar, dimana masa jabatan Herman Sutrisno selaku Walikota Banjar akan habis masa jabatannya. Berharap program ini bisa dilanjutkan oleh Walikota baru dalam Pilkada nanti, artinya masyarakat harus cerdas menentukan pilihan Walikota yang mampu dan bisa meneruskan inovasi dan kreatifitas Herman Sutrisno, sehingga nantinya bisa pula memimpin Banjar dengan karakter yang kuat dan determinasi tinggi seperti yang ditunjukannya selama memegang amanah ini. Dengan demikian sepeninggal kepemimpinan beliau atas keberhasilan pembangunan Kota Banjar jangan menjadikan hasil check kosong.

Sebagai masyarakat, kita wajib ikut serta dalam menciptakan kehidupan sosial Banjar yang memberi rasa nyaman, aman, alami dan berkeadilan sehingga hasil check pembangunan mampu dijaga dan berkelanjutan lebih baik lagi serta mendorong pemerintah untuk terus menyelesaikan pembangunan kota Banjar di segala bidang dengan berbagai inovasi akan berubah dan terus berubah kemajuannya, bisa dirasakan kemanfaatannya, lebih terjamin kehidupan dan penghidupan masyarakatnya.

Selanjutnya akan dilaksanakan program pendidikan gratis ini, tidak ada alasan bagi warga Kota Banjar untuk tidak mengenyam pendidikan hingga jenjang tersebut. Sehingga apa yang menjadi cita-cita bersama kedepan menjadikan masyarakat kota Banjar yang berpendidikan. Apalah gunanya ada pemerintahan yang mandiri di sebuah kota, bila masyarakatnya tidak berpendidikan. Seperti tertera pada tema hari jadi kota Banjar yang kesepuluh,  mengusung tema “Banjar Sadasawarsa Mardhika”, yang berarti rakyatnya berilmu/berpendidikan (cerdik, pandai, bijak), dan berbudi luhur.

Sejalan dengan tema ulang tahun kota Banjar ke-10 tersebut, tidak berlebihan sepantasnya pada tahun 2013 Pemkot membuat program Kartu Banjar Cerdas, dengan harapan terwujudnya Banjar Cerdas agar dapat mewujudkan generasi penerus atau SDM masyarakat yang siap pakai, mampu bersaing dan akhirnya dapat berhasil membangun kota idaman dapat meraih kesejahteraan. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply