Pekarangan Rumah Jadi Sumber Pangan Lokal

18/03/2013 0 Comments
Berbagai jenis tanaman sayur-sayuran terlihat memenuhi pekarangan salah satu rumah warga di Dusun Cipantaran, Desa Cibeureum, Kec/Kota Banjar. Daerah itu merupakan cikal bakal Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) tahun 2012. Foto : Eva Latifah/HR.

Berbagai jenis tanaman sayur-sayuran terlihat memenuhi pekarangan salah satu rumah warga di Dusun Cipantaran, Desa Cibeureum, Kec/Kota Banjar. Daerah itu merupakan cikal bakal Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) tahun 2012. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka yang berada di Dusun Cipantaran, RT.16, RW.04, Desa Cibeureum, Kecamatan/Kota Banjar, merupakan cikal bakal Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Dinas Pertanian Kota Banjar, bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lembang, Jawa Barat, untuk membuat pilot percontohan KRPL tahun 2012 di Kota Banjar.

Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternative untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan selain ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga sendiri, berpeluang pula meningkatkan penghasilan rumah tangga.

Apabila dirancang dan direncanakan dengan baik, pemanfaatan pekarangan tersebut juga dirancang untuk meningkatkan konsumsi aneka ragam sumber pangan lokal dengan prinsip gizi seimbang, dan diharapkan berdampak menurunkan konsumsi beras.

Melalui penanaman dan pengelolaan sumber pangan lokal tersebut, maka petani dan masyarakat telah melakukan pelestarian sumber daya genetik yang sangat bermanfaat bagi kehidupan generasi mendatang.

Seperti dialami Erah, anggota KWT Cempaka, Dusun Cipantaran, Desa Cibeureum. Dia menuturkan, semua lahan pekarangan rumah yang ada di wilayah tersebut dimanfaatkan sebagai kebun pangan.

Jenis tanaman yang ditanam meliputi terung, saladah, bayam merah, kangkung, jukini, kacang tanah, emes, sausin, timun, cabai rawit, bawang daun, bawang merah, jagung manis, tomat, kemangi, jahe, kumis kucing, jahe, laja, dan serai.

“Hasil penjualan yang paling terasa yaitu dari panen cabai rawit. Sekarang ini harganya sedang bagus, untuk satu ons saja saya jual seharga 4.000 rupiah, harga sebesar itu sama dengan harga di pasar. Biasanya konsumen langsung datang ke sini, dan itu tentunya sangat menguntungkan bagi kami dibandingkan menjualnya ke pasar,” tutur Erah, kepada HR, Selasa (12/3).

Pendapat serupa diungkapkan Kewon, warga setempat. Menurut dia, program Kawasan Rumah Pangan Lestari sangat membantu untuk menambah penghasilan rumah tangga. Meski jumlah yang didapat tidak besar, namun masyarakat bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga dari lahan pekarangan rumahnya.

“Bila gerakan pengembangan KRPL dapat dilakukan dengan baik, maka diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional yang semakin tangguh, khususnya ketahanan pangan masyarakat Cibeureum,” kata Kewon. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply