Poknak Mulya Lestari Optimalkan Pembibitan Sapi

07/03/2013 0 Comments
Sutono, anggota Kelompok Mulya Lestari, Desa/Kecamatan Langensari, menunjukkan perkembangan empat ekor induk sapi yang kini terlihat gemuk. Foto : Eva Latifah/HR.

Sutono, anggota Kelompok Mulya Lestari, Desa/Kecamatan Langensari, menunjukkan perkembangan empat ekor induk sapi yang kini terlihat gemuk. Foto : Eva Latifah/HR.

Langensari, (harapanrakyat.com),- Satu dari lima ekor sapi bunting milik Kelompok Mulya Lestari, Desa/Kecamatan Langensari, mati akibat penyakit cacing hati. Sebelumnya, kelima ekor sapi tersebut merupakan bantuan dari program penyelamatan sapi bunting Dinas Pertanian (Distan) Kota Banjar, yang diterima kelompok pada Desember tahun 2012 lalu.

Anggota Kelompok Mulya Lestari, Sutono, mengatakan, kematian satu ekor sapi terjadi setelah beberapa hari ternak tersebut diterima kelompok. Namun memang kondisinya sudah dalam kedaan sakit sejak diambil dari di tempat penitipan, yakni UPT Rumah Potong Hewan (RPH).

“Pihak dinas juga sudah mengetahui karena kondisi sakitnya itu sejak berada di RPH. Tapi untuk yang empat ekor Alhamdulillah sehat, bahkan sekarang gemuk-gemuk, satu ekor diantaranya sudah melahirkan seminggu yang lalu. Dan, sampai saat ini pihak dinas secara rutin selalu memeriksa kesehatan semuanya, tidak ada kendala,” tutur Sutono, ketika dijumpai HR, Senin (4/3).

Kemudian, untuk yang tiga ekor lagi, satu diantaranya diperkirakan akan melahirkan sekitar satu bulan mendatang. Sementara sisanya masih cukup lama. Meski begitu, semua anggota kelompok merasa senang melihat perkembangan ternak bantuan yang diterimanya.

Mereka juga yakin, dengan sistem pengelolaan secara bergulir maka usaha yang dijalaninya suatu saat akan berhasil. Sutono menyebutkan, anggota Kelompok Mulya Lestari yang aktif sebanyak 24 orang.

“Untuk saat ini baru empat orang yang kebagian mengelola. Karena sistemnya bergulir, jadi nanti kalau anaknya sudah lepas menyusu, baru induknya dikelola lagi oleh anggota lain,” katanya.

Sutono berharap, kedepan kelompoknya bisa mendapatkan kembali bantuan ternak sapi dari pemerintah melalui Distan Kota Banjar. Dengan begitu, maka semua anggota dapat bagian jatah mengelola ternak sapi.

Bahkan, kelompok juga sudah mempersiapkan lahan untuk kandang baru, lokasinya masih satu hamparan dengan kandang yang telah ada. “Kalau kita mendapatkan bantuan lagi, kita sudah siap lahannya. Mudah-mudahan saja pemerintah memperhatikan kelompok yang memang benar-benar ingin maju usaha pengelolaan ternaknya,” kata Sutono. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply