Tarif HGS Kios Pasar Cikoneng Mahal?

31/03/2013 0 Comments

Pedagang kecil merasa ditekan oleh pemerintah desa

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sejumlah pedagang di Pasar Desa Cikoneng Kec. Cikoneng Kab. Ciamis, mengeluhkan nominal tarif Hak Guna Sewa (HGS) kios yang dikeluarkan Pemerintah Desa Cikoneng, karena dinilai terlalu mahal dan di luar batas kewajaran.

Pasalnya, Pemdes Cikoneng menetapkan tarif HGS Kios pasar desa sebesar Rp 1 juta pertahun. Para pedagang kemudian diberi batas waktu pembayaran tiga bulan setelah tarif itu diputuskan.

Indra (45), pedagang di Pasar Cikoneng, Senin (25/3), merasa keberatan dengan kebijakan Pemdes tersebut. Baginya, nominal Rp 1 juta itu terlalu memberatkan para pedagang kecil seperti dirinya.

Menurut Indra, selama lima tahun berjualan, baru kali ini ada sistem HGS. Padahal sebelumnya, tahun-tahun kebelakang, para pedagang di pasar Desa Cikoneng hanya ditarik retribusi sebesar Rp 1000 perhari.

“Saya sangat menyesalkan hal itu. Dan merasa keberatan dengan sistem HGS Per tahun Rp. 1 juta. Apalagi keuangan tersebut harus sudah dilunasi tiga bulan kedepan. Dan ditambah uang retribusi sebesar Rp. 1500 rupiah perhari,” ungkapnya.

Indra menuturkan, nominal tersebut tidak umum dengan pasar-pasar yang lain. Di pasar yang lain saja, yang lumayan cukup ramai, nominal HGS-nya tidak mencapai angka satu juta.

“Saya disini hanya pedagang kecil, hanya berjualan kopi dan gorengan, itu pun dagangan titipan. Ditambah dengan situasi pasar yang sepi konsumen. Setiap harinya keramaian di pasar hanya jam 7 pagi,” tegasnya.

Sementara itu, Hendra (29), pedagang Sembako, Pasar Sabtu Desa Cikoneng, juga sistem HGS yang mencapai angka 1 juta pertahun itu. Apalagi, melihat kondisi pasar tersebut pasar yang terbilang sepi pembeli.

Dia juga mengakui, memang sebelumnya ada musyawarah dengan pihak pemerintahan desa. Akan tetapi tidak ada surat pemberitahuan bagi para pedagang. “Tau-tau semua pedagang dipanggi ke desa untuk musyawarah,” ungkapnya.

Menurut Hendra, dalam musyawarah itu, Pemerintah Desa dan Kepala Pasar terlalu menekan kepada para pedagang. Pada sat itu, keluar pernyataan, seandainya pedagang tidak sanggup membayar HGS, agar tidak melanjutkan usaha di pasar tersebut.

“Saya kira, ini bentuk menekan para pedagang,” tuturnya.

Kepala Desa Cikoneng, Jaja Martha, membenarkan kebijakan HGS RP 1 juta per tahun bagi para pedagang di pasar Desa Cikoneng. Menurutnya, keputusan itu sudah hasil kesepakatan aparat pemerintahan desa. Dan hasil itulah yang kemudian disampaikan keapada para pedagang.

Menurut Jaja, rencananya uang tersebut akan dipakai untuk memperbaiki sejumlah kios yang rusak. Termasuk rehab bangunan tua di kawasan tersebut yang sudah berusia 37 tahun. Jumlah kios yang ada di pasar tersebut mencapai 32 unit. Dan yang terisi hanya 17 kios.

“Walaupun ada yang tidak setuju, mungkin saja itu pedagang bukan asli orang Cikoneng. Karena pada kenyataannya, ketika diadakan musyawarah, para pedagang sudah setuju dengan adanya HGS pertahun, yang nominalnya sampai 1 juta rupiah,” pungkasnya. (DSW)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!