2014, Pemprov Dorong Swasembada Protein Hewani

11/04/2013 0 Comments
Peningkatan populasi unggas untuk mendorong swasembada protein hewani akan diprioritaskan di wilayah Priangan  Foto : Humas Pemprov Jabar

Peningkatan populasi unggas untuk mendorong swasembada protein hewani akan diprioritaskan di wilayah Priangan Foto : Humas Pemprov Jabar

Pemprov Jabar  melalui dukungan sektor peternakan mendukung terwujudnya kemandirian pangan. Di tahun 2014, untuk mewujudkan hal tersebut disorong swasembada protein hewani. Hal itu diungkapkan Kadis Peternakan Jabar, Kusmayadi Tatang Padmadinata, dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (9/4).

“Dorongan swasembada protein hewani, melalui kegiatan Musrenbang di tahun 2013, untuk selanjutnya diperjuangkan dalam berbagai program strateis di tahun 2014, baik melalui program rutin maupun tematik diantaranya diarahkan  untuk peningkatan populasi ternak, yang meliputi hewan ternak sapi, domba dan unggas,” ujarnya.

Rencana peningkatan populasi ketiga jenis hewan ternak tersebut, lanjut Kusmayadi akan diprioritaskan di beberapa wilayah di Jabar. Untuk peningkatan populasi sapi dan domba akan dipusatkan di wilayah Bogor dan Cianjur. Sementara itu, peningkatan populasi unggas diprioritaskan di wilayah Priangan.

Kusmayadi, menambahkan kondisi populasi ternak di Jabar saat ini, untuk sapi baru mencapai 421.000 ekor, sementara kebutuhan sekarang mencapai 500.000 ekor. Untuk populasi domba, jumlahnya kini baru mencapai 2,8 juta ekor, di sisi lain populasi domba ditargetkan sebesar 10 juta ekor.

“Dengan melihat jumlah populasi sapi dan domba, target swasembada protein hewani jika hanya mengandalkan kelompok ternak tersebut sulit diwujudkan,” imbuuhnya.

Namun, kata Kusmayadi, dengan melihat ketercapaian konsumsi pangan dari jenis protein hewani di Jabar, dari target 6 gr per capita per tahun, untuk Jabar sudah melampaui target karena pencapaian saat ini sudah berada pada angka 6,11 gr per capita per tahun.

“Ketercapaian target konsumsi pangan protein hewani, diperoleh dari jenis hewan unggas karena jumlah populasinya di Jabar sudah melebihi target,” ujarnya.

Untuk memacu penambahan populasi sapi, menurut Kusmayadi, sudah dilakukan langkah-langkah baik melalui APBN maupun APBD, diantaranya penyelamatan sapi betina produktif, untuk jenis sapi tersebut kepada semua peternak dihimbau untuk tidak dipotong.

“Hingga saat ini sulit untuk mengejar swasembada sapi karena populasi sapi di Jabar baru 1/3 dari kebutuhan, yaitu 402.000 ekor dari kebutuhan 510.000 ekor per tahun. Jumlah sapi yang ada termasuk didalamnya sapi pedet,” pungkasnya.***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!