(Dinkes & BKBPP) Hamil di Bawah Usia 20 Beresiko

04/04/2013 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Perkawinan Usia Dini (PUD) memiliki dampak yang sangat kurang bagus, terutama bagi perempuan yang hamil di bawah umur 20 tahun. Dan itu Sangat beresiko terhadap kehamilannya, baik secara fisik maupun secara psikis.

Hal tersebut dikatakan Kabid Bina Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, Rahmat Jumawan SKM., ketika ditemui HR di ruangannya, Senin (1/4). Menurutnya, walaupun dari data Dinkes tahun 2012, tidak ada angka kematian Ibu yang usianya 20 tahun ke bawah, akan tetapi hal tersebut harus benar-benar dipahami oleh masyarakat.

Lebih lanjut lagi, Rahmat menuturkan, resiko lainnya yaitu asupan nutrisi makanan yang diperolehnya tidak penuh, karena mesti dibagi dengan janin yang dikandungnya, sehingga pertumbuhan janin  maupun ibu akan terganggu.

“Kami menyarankan bagi yang menikah dini, kalau bisa kehamilannya ditunda dulu, karena antara usia 0 sampai dengan 20 tahun itu adalah masa pertumbuhan fisik seorang perempuan,” tuturnya.

Usia yang ideal bagi seorang perempuan untuk mulai hamil, yaitu ketika usianya sudah menginjak 20 tahun, dimana usia itu merupakan masa berhentinya pertumbuhan fisik. Dan pada usia tersebut, kondisi rahimnya sudah siap.

Sementara itu Kepala BKBPP, Drs. H. Dondon Rudiana M.Si., mengatakan, dari data yang dimilikinya, untuk Pasangan Usia Subur (PUS) di usia 20 tahun ke bawah tahun 2012 mengalami penurunan yaitu 5.012, yang pada tahun sebelumnya berjumlah 5367.

Dari segi kesehatan, usia di bawah umur 20 tahun memang memiliki dampak yang kurang bagus, baik secara fisik, yang mana usia kandungannya belum siap maupun juga secara psikis.

Usia sehat yang melangsungkan perkawinan, hamil dan melahirkan bagi seorang perempuan itu minimal 20 tahun dan paling sehat antara umur 20 sampai dengan 35 tahun. Jarak ideal berikutnya sekitar 4-5 tahun agar kondisi rahim stabil.

Untuk mengurangi berbagai resiko kesehatan yang tidak diinginkan, pihaknya menganjurkan mereka yang terlanjur menikah di bawah usia 20 tahun, agar melakukan penundaan mengandung dan melahirkan.

“Kami sarankan solusi untuk hal tersebut, yaitu dengan cara memberikan pemahaman kepada yang melaksanakan pernikahan usia dini. Dan mengikuti Program KB jenis sederhana, berupa pemakaian kondom,” pungkasnya. (DSW)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!