Dishub Harus Tindak Mobil Besar Lewat Jl. Kapten Jamhur

04/04/2013 0 Comments
Meski rambu larangan melintas bagi kendaraan bus, truk dan tronton sudah dipasang di Jl. Kapten Jamhur, tapi tetap saja tidak digubris oleh para pengemudinya. Foto : Pepep Riswanto Akbar/HR.

Meski rambu larangan melintas bagi kendaraan bus, truk dan tronton sudah dipasang di Jl. Kapten Jamhur, tapi tetap saja tidak digubris oleh para pengemudinya. Foto : Pepep Riswanto Akbar/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski telah dipasangi rambu larangan masuk bagi kendaraan besar seperti bus angkutan umum, truk dan tronton ke Jl. Kapten Jamhur, namun masih banyak pengemudi kendaraan tersebut yang menabrak aturan lalu-lintas itu.

Tingginya aktifitas kendaraan yang melintas membuat Jl. Kapten Jamhur semakin rawan terjadi kecelakaan. Terlebih masih banyak pengguna sepeda motor nekad menerobos saat lampu merah menyala.

Kondisi seperti itu kerap dikeluhkan para pengguna jalan. Mereka berharap adanya upaya dari pihak pemerintah melalui instansi terkait, untuk menindak setiap pelanggaran yang dilakukan pengemudi kendaraan karena dianggap membahayakan pengendara lainnya.

Cucu, warga sekitar, kepada HR, Senin (1/4), mengatakan, semakin hari Jl. Kapten Jamhur semakin ramai dilalui kendaraan. Melihat peningkatan keramaian itu, sebaiknya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar melakukan razia terhadap kendaraan besar yang masuk ke jalan tersebut.

“Selama ini belum pernah melihat petugas dari Dishub jaga di perempatan Djarum, dimana di situ terdapat rambu larangan masuk bagi kendaraan besar, kecuali bus pariwisata. Akibatnya, mobil-mobil besar dengan leluasanya melintas, padahal jelas-jelas itu sebuah pelanggaran, apalagi kalau malam hari,” kata Cucu.

Hal senada diungkapkan Rohman, warga jalan pertigaan RCA. Menurut dia, dulu kendaraan besar banyak terlihat melintas ke Jl. Kapten Jamhur pada waktu malam hari saja. Namun sekarang siang hari pun kerap terlihat.

“Pelanggaran sudah terjadi cukup lama, tapi belum ada upaya pencegahan atau tindakan dari instansi terkait, dalam hal ini Dishub yang punya kewenangan. Kalau kondisi itu dibiarkan tanpa adanya tindakan, jelas akan sangat membahayakan pengemudi kendaraan lain,” ujarnya.

Meski begitu, kata Rohman, masalah tata-tertib di jalan tentu merupakan sebuah kewajiban yang patut ditaati oleh setiap pengemudi kendaraan. Kalau pun ada pelanggaran, maka pemerintah wajib menindaknya dengan tegas, sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, untuk mengkonfirmasikan permasalahan tersebut, HR mencoba menemui Kepala Bidang Lalu-lintas Dishub Kota Banjar, Supendi, secara langsung maupun menghubungi melalui telepon selularnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, pejabat tersebut belum bisa dimintai tanggapannya. Menurut salah seorang stafnya, sejak Selasa pagi sekitar pukul 9, Supendi tidak ada di kantor. (PRA)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply