(Kejahatan Modus Tabrak Lari) Nasabah Bank Dijambret Rp.104 juta Raib

25/04/2013 0 Comments
Yati (48), korban penjambretan dengan modus tabrak lari, terlihat shock dan tangannya luka-luka. Poto diambil Selasa (23/4). Foto : Hendra Irawan/HR.

Yati (48), korban penjambretan dengan modus tabrak lari, terlihat shock dan tangannya luka-luka. Poto diambil Selasa (23/4). Foto : Hendra Irawan/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com).- Kejahatan penjambretan dengan modus tabrak lari terhadap nasabah bank terjadi di Kota Banjar. Uang tunai sebesar Rp.104 juta yang disimpan dalam tas besar berwarna merah muda milik Yati (48), warga Lingkungan Cibulan, RT.01 RW.06, Kel/Kota Banjar, raib dijambret dua orang pengendara sepeda motor jenis matic tepat di depan Bank BCA, Selasa (23/4), sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat ditemui HR, Yati yang masih terlihat shock dengan tangan dan kakinya penuh luka, menuturkan, kejadian penjambretan yang dialaminya berlangsung sangat cepat, sehingga dirinya tidak mampu menghindar dan mempertahankan tas besar miliknya itu.

“Awalnya, setelah mengambil uang dari Bank BRI sekitar 104 juta rupiah, saya dan suami langsung keluar dengan maksud uang akan ditransfer ke Bank Mandiri. Tapi, baru beberapa meter dari pintu gerbang Bank BRI, tepatnya di depan Bank BCA, motor yang dikendarai suami ada yang menabrak dari belakang,” tutur Yati.

Kemudian, Yati dan suami berikut anaknya yang masih berusia 6,5 tahun terjatuh, sedangkan motor yang dikendarai penjambret masih berdiri. Salah satu dari pelaku memaksa mengambil tas hingga bagian lengan baju Yati robek, dan kedua pelaku langsung kabur dengan kecepatan tinggi kearah lurus Jl. Letjen. Soewarto.

Namun Yati masih mengingat cirri-ciri penjambret tersebut, yakni keduanya sama-sama berfostur tubuh tinggi besar, memakai helm, berjaket dan mengendarai sepeda motor jenis matic.

“Setelah kejadian, suami langsung melapor ke Polres Banjar. Saya yakin kalau penjambret telah mengintai ketika masih di BRI. Kemudian orang yang mengintai memberikan tanda agar orang yang mengeksekusi siap. Buktinya begitu kami keluar beberapa meter, langsung ada yang menabrak dari belakang, kemudian menjambret tas dan kabur. Berarti penjambret itu sudah ahli. Makanya kepada pihak kepolisian agar lebih memperketat keamanan di wilayah hukum Kota Banjar,” harapnya.

Selain uang tunai, kerugian yang dialami Yati diantaranya dompet berisikan KTP, SIM dan surat penting lainnya, uang sebesar Rp.250 ribu, dan handphone. Diakui Yati, uang yang dijambret tersebut merupakan uang distributor pupuk.

Sementara itu, seorang pejaga keamanan di ATM BCA yang namanya enggan dikorankan, membenarkan telah terjadi penjambretan di sekitar tempat dia bertugas. Tapi sebelumnya dia mengira kalau kejadian tersebut hanya kecelakaan tabrak lari.

“Iya betul tadi ada penjambretan di sekitar depan Bank BCA. Tadinya saya kira kecelakaan tabrak lari, tapi setelah si ibu yang terjatuh tadi berteriak jambret-jambret, kami tidak bisa apa-apa karena pelaku sudah kabur dengan kecepatan tinggi. Dan kami hanya bisa meneriaki si pelaku penjambretan itu,” pungkasnya. 

Namun, setelah kejadian berlangsung belum ada satu orang pun petugas kepolisian yang datang ke lokasi kejadian. Padahal, Pos Penjagaan Lalu-lintas berada tidak jauh dari dari lokasi tersebut. (HND/AM)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply