Pemprov Jabar Luncurkan RKPD Online

25/04/2013 0 Comments
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat membuka Musrenbang Jabar, dengan ditandai pemukulan gong sebanyak tiga kali.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat membuka Musrenbang Jabar, dengan ditandai pemukulan gong sebanyak tiga kali.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan, Pemprov Jawa Barat meluncurkan layanan RKPDJabar_Online 2101, yakni suatu sistem perencanaan berkapasitas hingga tahun 2101, yang diharapkan mampu menghadirkan perencanaan yang cepat, informatif, akurat dan akuntabel karena dapat diakses semua pihak. Selanjutnya Gubernur juga menyerahkan penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2013 kepada 3 kepala Daerah.

“Seperti kita ketahui bahwa untuk tingkat nasional maka penghargaan bidang perencanaan pembangunan yakni Anugerah Pangripta Nusantara peringkat pertama diraih Provinsi Jawa Barat,” tutur Heryawan saat membuka secara resmi penyelenggaraan Musrenbang Provinsi Jawa Barat, Rabu (10/4) di Hotel Horison Bandung.

Menurut Heryawan, seluruh warga Jawa Barat berharap agar apa-apa saja yang tertera dalam perencanaan pembangunan Tahun 2014, dapat mendorong lebih keras tercapainya kesejahteraan masyarakat.

Beberapa hal tentang kesejahteraan itu, sambung Heryawan, misalnya, murah dan terkendalinya harga-harga bahan/barang kebutuhan sehari-hari, pelayanan kesehatan yang terjamin dan berkualitas, pendidikan yang murah dan gratis bagi orang yang tidak mampu mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan tersedianya lowongan pekerjaan yang kompetitif

Pembukaan musrenbang tersebut, ditandai pemukulan gong sebanyak tiga kali disaksikan Plt. Sekda Jabar, Perry Soeparman dan Kepala Bappeda prov. Jabar, Deny Djuanda. Musyawarah Pembangunan Tingkat Jawa Barat ini berlangsung sejak tanggal 9 April hingga 10 April dan diikuti kurang lebih 500 peserta terdiri dari : Pimpinan DPRD Prov. Jabar, para anggota Forum Koordinasi Daerah, Para Bupati/walikota, Ketua Bappeda Se-Jabar, pimpinan OPD Provinsi Jawa Barat dan berbagai unsur masyarakat.

“Musrenbang tingkat Provinsi Jawa Barat ini, akan menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat tahun 2014. Tema yang diangkat yakni; Pembangunan Jawa Barat yang lebih Fokus, Efektif dan Efisien melalui Sinkronisasi dan Sinergi berderajat tinggi berbasis multi pihak dan mitra strategis global untuk mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Heryawan.

Menurut Heryawan terdapat lima sasaran utama arah kebijakan pembangunan tahun 2014, yakni, peningkatan daya saing masyarakat, pelayanan kesehatan, kemandirian dan pengokohan ketahanan keluarga, memperkuat pembangunan perekonomian perdesaan dan regional, peningkatan kualitas iklim usaha dan investasi, penguatan UMKM dan daya saing usaha,  modernisasi pemerintahan dan peningkatan partisipasi publik, peningkatan kualitas infrastruktur strategis dan menciptakan Jawa Barat yang nyaman melalui pembangunan berkelanjutan, dan pengembangan seni, budaya dan pariwisata dalam bingkai kearifan lokal.

“Dari kelima sasaran utama arah kebijakan pembangunan tahun 2014, maka yang terpenting adalah penekanan dalam aspek pengokohan ketahanan keluarga. Karena keluarga merupakan unit terkecil sekaligus strategis. Dimana kemajuan pembangunan harus didasari pada kekokohan sebuah keluarga,” kata Heryawan.

“Dengan keluarga yang kokoh dan memiliki ketahanan yang baik, maka pembangunan dalam skala yang lebih luas, baik lingkungan rukun tetangga, rukun warga, desa/kelurahan hingga negara sekalipun dapat berjalan dengan baik dan berhasil. Tanpa keluarga yang baik dan kokoh maka pembanguna dan kemajuan ekonomi tidak akan berarti apa-apa,” tambah Heryawan.

Menurut Heryawan, dalam rangka pembangunan ekonomi daerah diarahkan untuk mencapai target indikator pembangunan tahun 2014 yaitu; Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,15 hingga 74,29 poin. Tingkat pengangguran terbuka antara 7-8 persen, penduduk miskin sebesar 5-8 persen, laju pertumbuhan ekonomi berkisar 6,3-6,8 persen dan laju pertumbuhan investasi sekitar 14-16 persen.

“Proyeksi pendapatan tahun 2014 diperkirakan Rp 13,274 triliun belum termasuk BOS Pusat atau naik 11,10 persen dari proyeksi tahun 2013 sebesar Rp 11,948 triliun. Dimana kebijakan belanja diarahkan pada peningkatan capaian IPM dan MDGs serta Inpres Nomor 3/2010,” ujarnya.  (jabarprov.go.id)***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply