Pengakuan Engkon, ‘Pintu Masuk’ Ungkap Skandal Karaoke

04/04/2013 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Meski Bupati Ciamis, H. Engkon Komara, sudah memberikan penjelasan terkait skandal karaoke yang belakangan menghebohkan publik Ciamis, di hadapan ratusan santri, saat Ikatan Silaturahmi Santri (Iksas) menggelar unjuk rasa di depan Pendopo Bupati, Kamis pekan lalu, namun tak membuat isu skandal karaoke ini meredup.

kasus karaokeMalah, penjelasan Bupati yang cenderung mengakui dan lantas meminta maaf kepada publik Ciamis, membuat konstelasi politik makin memanas. Tak terkecuali Badan Kehormatan (BK) DPRD Ciamis, yang menjadikan pengakuan Bupati tersebut sebagai pintu masuk untuk mengungkap skandal karaoke  yang juga melibatkan 3 Anggota DPRD Ciamis.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Ciamis,Toto Tobari, S.IP,M.Si, ketika ditemui HR, Selasa (2/4), mengatakan, pengakuan Bupati Ciamis terkait 3 wanita ABG bukan keponakan Wakil Ketua DPRD Ciamis, Ganjar M. Yusuf, merupakan fakta baru dan bisa dijadikan pintu masuk untuk mengungkap kasus skandal ini secara terang benderang.

Karena pangakuan dari Ganjar M. Yusuf, sambung Toto, bahwa wanita ABG yang masuk ke mobil dinas milik Ganjar adalah keponakannya.

“ Pengakuan sekaligus bantahan terhadap pengakuan Ganjar yang diungkapkan Bupati, jelas merupakan fakta baru. Dengan begitu, kami tadi melakuan pemeriksaan ulang kepada para terduga. Dan saksi pun sama akan kami panggil,”ungkapnya.

Menurut Toto, pengakuan Bupati tersebut akan menjadi  salah satu bukti untuk menuntaskan kasus skandal karaoke dalam melakukan penindakan terhadap anggota DPRD  yang telah melanggar etika dan moral. ” Kasus ini sekarang sudah ada titik terang, karena sebenarnya kejadian tersebut benar terjadi dan diduga kuat ada pelanggaran etika, ” imbuhnya.

Toto juga mengungkapkan, pada saat pemeriksaan sebelumnya, seluruh saksi yang ikut ke tempat karaoke bersama Ganjar, seperti Dida Yudanegara, Taufik Martin, Slamet Triana dan Azis Basari, dalam keterangannya membenarkan pengakuan Ganjar bahwa 2 wanita ABG yang masuk ke mobil dinas milik Ganjar merupakan keponakan Ganjar.

“Tetapi, ada pengakuan yang mengejutkan dari Pak Bupati saat memberikan penjelasan di hadapan pendemo, bahwa 2 wantia ABG di mobil sodara Ganjar dan 1 lagi wanita ABG yang berada di Mobil Azis, bukan keponakan Ganjar. Nah, dengan adanya fakta baru itu yang membuat kami harus melakukan pemeriksaan ulang,” terangnya.

Menurut Toto, dari pengakuan Ganjar, Dida dan Martin yang sudah diperiksa ulang, Selasa (2/4), ternyata berbeda dengan pengakuan sebelumnya. Saat diperiksa ulang, mereka jadi mengakui ketiga wanita ABG yang dibawa merupakan mahasiswa Unigal dan bukan keponakan Wakil Ketua DPRD Ciamis Ganjar M. Yusuf.

Dengan adanya pengakuan baru itu, tambah Toto, permasalahan semakin jelas untuk dijadikan sebagai bukti baru dalam mengungkap skandal karaoke ini.

Dengan begitu, lanjut Toto, diharapkan dalam pertengahan bulan ini pihaknya sudah bisa memberikan kejelasan untuk sanksi yang diberikan kepada ketiga anggota DPRD Ciamis yang diduga kuat telah melakukan pelanggaran etika.

Toto juga mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini belum memanggil ketiga wanita ABG yang ikut hadir ke tempat karaoke tersebut. ” Karena hingga saat ini masih simpang siur terkait siapa 3 wanita ABG tersebut, sehingga kami belum berani melakukan pemanggilan,” jelasnya.

Namun demikan, kata Toto, pihaknya sudah mencoba meminta kepada Azis Basari (orang yang membawa 3 wanita ABG) untuk menghadirkan 3 wanita ABG yang ikut ke tempat karaoke tersebut. ” Mungkin cara yang tepat untuk bisa menghadirkan 3 wanita ABG itu dengan cara meminta kepada Azis Basari yang disebut-sebut selama ini orang yang membawa 3 wanita ABG itu ke tempat karaoke,” ujarnya.

“ Juga ada perkembangan terbaru, bahwa wanita yang berada di meeting room Kamiyaku itu bukan 3 wanita, tetapi ada 5 wanita. Dan identitas wanita itu sudah kami kantongi,” tambahnya.

Toto juga menjelaskan, setelah selesai melakuan pemeriksaan dan pihaknya sudah selesai menyimpulkan kasus ini, kemudian akan dikonsultasikan kepada tim ahli dan BK DPR RI untuk meminta masukan dalam menyikapi permasalahan ini. ” Kita sangat berhati-hati dalam menuntaskan kasus ini, agar nanti hasil pemeriksaan dan sanksi yang diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Langkah selanjutnya, kata Toto, pihaknya akan menjadwalkan kembali melakukan pemanggilan ulang terhadap saksi. Pada hari Rabu (3/2), BK DPRD akan memanggil Azis Basari beserta ketiga wanita ABG. Dan untuk minggu depan, BK juga akan melakukan pemanggilan ulang kepada Sekda Herdiat, Kabag Umum Aep dan Slamet Triana, namun pemanggilan tersebut dilakukan dalam waktu yang berbeda.

“Untuk pemanggilan Bupati sendiri, kami telah berkoordinasi dengan Pak Bupati. Dan Pak Bupati siap dipanggil untuk memberikan penjelasan mengenai duduk persoalan yang sebenarnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua LSM INPAM Ciamis, Endin Lidinilah, S.Ag, M.Ag, ketika di temui HR, pekan lalu, mengatakan, pengakuan Bupati terkait skandal karaoke ini merupakan bukti yang kongkrit dan jelas, sehingga BK harus bisa menyimpulkan kejadian sebenarnya dan memberikan sanksi tegas terhadap ketiga anggota DPRD Ciamis tersebut.

“Sebetulnya BK DPRD tidak perlu menunggu Bupati memberikan pangakuan, kalau dari dulu BK serius dan tidak mengulur-ngulur waktu pemeriksaan, kasus ini sudah bisa tuntas dan terungkap. Karena dari dulu juga bukti-bukti soal kasus ini sudah tampak,” katanya.

Endin menambahkan, ketika fakta terkait skandal karaoke ini sudah terungkap, kini tinggal menunggu langkah tegas BK DPRD dalam menuntaskan skandal ini dan memberikan sanksi kepada tiga anggota DPRD Ciamis yang terlibat.

” Selain itu, DPRD Ciamis juga harus segera membentuk Pansus terkait skandal karaoke ini, karena di sini ada keterlibatan Bupati. Pembentukan Pansus sudah tidak bisa ditawarkan lagi, karena seluruh fakta sudah muncul kepermukaan,” tegasnya.

Engkon Mentahkan Pengakuan Ganjar Terkait 3 Wanita ABG

Sementara itu, saat memberikan penjelasan terkait skandal karaoke, di depan santri yang menggelar unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Ciamis, Kamis pekan lalu, Bupati Ciamis, Engkon Komara, memberikan pernyataan yang mengejutkan terkait keberadaan 3 wanita ABG.

Pernyataan itu pun sekaligus mementahkan pengakuan Ganjar yang sering menyebut bahwa 2 dari 3 wanita ABG yang berada di tempat karaoke adalah keponakannya. Posisi Ganjar pun kian tersedut, karena dengan begitu dia telah melakukan kebohongan publik.

Engkon menegaskan, bahwa 3 wanita ABG yang berada di tempat karaoke bukan keponakan Ganjar M. Yusuf, tetapi mereka adalah Mahasiswi Univeristas Galuh (Unigal) Ciamis.

Engkon menceritakan, pada saat itu dirinya akan melakuan pertemuan politik dengan Calon Wakil Gubernur dari Partai Golkar, Tatang Fahrul Hakim, di Tasikmalaya. Setelah disepakati dengan Tatang, maka dipilihlah warung kopi Kamiyaku sebagai tempat pertemuan.

” Pada saat saya masuk ke tempat meeting room Kamiyaku, di sana sudah ada Pak Dida, Pak Trian, Pak Azis, dan 3 wanita mahasiswi itu. Kemudian Pak Ganjar datang setelah saya datang,” kata Engkon di hadapan para santri yang menggelar unjuk rasa.

Engkon menambahkan, dia berada di tempat meeting room Kamiyaku tidak lama, karena ada kabar dari Sekda Ciamis melalui SMS (pesan pendek) bahwa ada stafnya meninggal dunia. Setelah sempat memesan makan, dirinya langsung bergegas pulang untuk melayat stafnya yang meninggal.

” Karena ada kabar staf saya meninggal, waktu itu saya memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dan membatalkan pertemuan dengan Pak Tatang,” katanya.

Menurut Engkon, tak lama dia pulang, 3 Anggota DPRD beserta yang lainnya pun ikut membubarkan diri. ” 10 atau 15 menit saya pulang, semuanya pun ikut pulang. Jadi, adanya SMS yang menyebar dengan menyebutkan saya dengan yang lainnya melakukan pesta sex, mabuk-mabukkan dan perbuatan asusila lainnnya sampai jam 3 malam, itu sangat tidak benar,” kata Engkon dengan nada tinggi.

Namun, Engkon mengakui bahwa di tempat meeting room warung kopi Kamiyaku terdapat fasilitas TV LCD berikut fasilitas alat untuk karaoke. ” Tempat itu berada di atas rumah makan lesehan kamiyaku. Di ruang meeting room itu, khusus tempat pertemuan, seperti layaknya tempat meeting room pada umumnya. Tapi memang benar, di ruangan itu terdapat fasilitas untuk karaoke,” terangnya.

Sementara terkait 2 ABG yang masuk ke mobil dinas Ganjar M. Yusuf, menurut Engkon, itu memang kebetulan saja. Karena 3 dari 2 orang mahasiswi itu tinggal di sekitar Unigal. ” Kebetulan Pak Ganjar rumahnya di Cipaku dan bakal lewat ke jalan Unigal, jadi 2 mahasiswi itu ikut naik mobil Pak Ganjar, karena dia tinggal disekitar Unigal,” akunya.

Sementara 1 mahasiswi lagi, lanjut Engkon, diantar oleh Azis Basari, karena rumah mahasiswi itu di Sindangkasih. ” Jadi, faktanya memang benar seperti itu, dan saya berbicara ini bukan untuk membela diri, tetapi untuk meluruskan wacana yang berkembang, bahwa faktanya tidak seperti yang beredar di SMS yang menyebar luas. Dan saya pun sudah memaafkan kepada orang yang menyebarkan SMS tersebut,” ungkapnya.

Engkon pun di hadapan para santi meminta maaf apabila tindakannya dianggap salah. ” Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ciamis  kalau ada kehilafan, namun keselahan itu tidak disengaja, karena terjadi serba kebetulan,” imbuhnya.

Sementara itu, ditemui HR usai diperiksa BK DPRD, Selasa (2/4), Wakil Ketua DPRD Ciamis, Ganjar M. Yusuf , kini malah mengakui bahwa wanita yang hadir dalam acara tersebut bukan keponakannya,melainkan tiga mahasiswa unigal. Malah, menurut Ganjar, wanita yang di meeting room Kamiyaku itu bukan 3, tetapi ada 5 wanita. Dan dua wanita itu dari Tasik.

“Pernyataan Bupati Ciamis memang benar, dan kami harus bisa menerima. Apalagi dia, Engkon Komara, merupakan pimpinan Partai Golkar Ciamis. Jadi, apapun keputusannya dan apa yang dia sampaikannya, memang benar adanya,”ujar Ganjar singkat.

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Ciamis, H. Asep Roni, mengatakan, pihaknya tidak akan terburu-buru membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengungkap keterlibatan Bupati Ciamis dalam skandal karaoke ini. Pihaknya, akan menunggu kerja BK DPRD dalam melakukan pemeriksaan terhadap 3 Anggota DPRD Ciamis.

“ Karena kasus dan tempat kejadiannya sama antara 3 Anggota DPRD yang kini tengah diperiksa BK DPRD dengan Bupati. Jadi, kita tunggu dulu hasil pemeriksaan BK DPRD seperti apa, baru setelah itu akan kita putuskan apakah perlu membentuk Pansus atau tidak,” ujarnya.

Menurut Asep, pengakuan dari Bupati Ciamis tidak bisa dijadikan dasar untuk segera dibentuk Pansus terkait masalah ini. “ Saat ini masih berkutat dipersoalan mobil dinas dipakai ke tempat karaoke. Kalau menyangkut 3 wanita ABG itu, kan belum ada bukti yang kuat. Karena menurut pengakuan Bupati bahwa pada saaat itu adalah pertemuan partai, dan 3 wanita ABG itu merupakan Anggota AMPG (sayap organisasi Partai Golkar),” ujarnya.

Asep juga menyatakan saat ini semua pihak khendaknya menunggu dulu pemeriksaan BK DPRD dalam menuntaskan kasus ini. “ Kita lihat saja hasil pemeriksaan BK DPRD seperti apa. Kalau seandainya hasil pemeriksaan BK DPRD bahwa wanita itu bukan Anggota AMPG, misalnya, dan ternyata wanita itu PL (Penghibur Lagu), mungkin bisa saja DPRD membentuk Pansus,” terangnya. (es/DK/Bgj)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!