(Pergaulan Bebas, Lingkungan & Narkoba) Mulai Resahkan Orang Tua di Kota Banjar

11/04/2013 0 Comments

Banjar, (harapanrakyat.com),- Kalangan orang tua di Kota Banjar, khususnya yang memiliki anak remaja perempuan, merisaukan pergaulan putri mereka pasca terjadinya kasus kematian seorang siswi SMA yang diduga tengah hamil, dan mayatnya ditemukan di sebuah parit, di kawasan perkebunan Blok Pasir Sireum, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Kamis lalu (4/4).

Tak hanya resah, sejumlah orang tua mengaku mulai menerapkan aturan kedisiplinan berlebihan, hingga tidak mengizinkan kegiatan putri mereka di luar keperluan sekolah. Karena, dengan meningkatnya pergaulan bebas, serta mudahnya mengakses situs-situs porno di internet saat ini, membuat peran orang tua harus benar-benar ditingkatkan.

Bahkan, yang paling penting orang tua harus benar-benar menanamkan nilai agama yang kuat dalam kehidupan putra-putrinya, agar mampu membentengi dari berbagai hal-hal negatif di lingkungan sekitar pergaulan mereka.

Keresahan tersebut salah satunya diungkapkan Siti, kepada HR, Sabtu (6/4). Menurut dia, pergaulan tersebut dapat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitar pergaulan si anak. Sebab, teman-temannya pun ikut berperan serta dalam proses mencari jati dirinya.

“Sebagai orang tua, tentunya wajar kita bersikap protektif terhadap anak sebagai ungkapan rasa sayang dan cinta. Apalagi ketika mereka menginjak usia remaja, yang merupakan titik rawan dalam proses tumbuh-kembang seorang anak. Makanya saya selalu melakukan pendekatan dan mengajarkan supaya anak selalu jujur, agar tahu apa yang dilakukan anak saya,” tutur Siti.

Hal senada diungkapkan Rahmat, orang tua yang juga mempunyai anak perempuan usia remaja. Menurutnya, sangat wajar bila orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang terbaik dalam segala hal, seperti dalam bidang pendidikan, kedewasaan, kemapanan, dan pergaulan.

Namun, lanjut dia, untuk mencapai semua itu butuh perjalanan panjang dan berliku. Sebab, dalam proses itulah seorang anak akan belajar banyak hal, baik secara formal maupun non-formal.

Di rumah misalnya, banyak hal dapat dipelajari anak, seperti bagaimana berkomunikasi, bekerja sama, memahami satu sama lain, memberi dukungan positif, saling membantu, menerima kekurangan masing-masing, dan banyak lagi.

“Untuk menjadikan anak yang tangguh dan unggul, tentunya kita sebagai orang tua harus bersikap, berpikir, berkomunikasi, berperasaan dan berempati secara rasional dalam mendidik anak, dan juga dalam proses belajar mereka. Karena pada akhirnya anak akan berkiblat pada orang tua,” tuturnya.

Sementara di sekolah, lanjut Rahmat, disamping kegiatan akademis, anak juga belajar tentang disiplin, pergaulan, kegiatan ekskul dan lainnya. Dengan demikian, maka peran serta sekolah merupakan salah satu pencegahan, agar anak usia remaja tidak berprilaku menyimpang.

Sedangkan menurut Supriyatin, seorang ibu yang juga memiliki anak perempuan usia remaja, mengatakan, bukan hanya masalah pergaulan seks bebas saja yang menjadi musuh nomor satu bagi anak remaja, tetapi masalah narkoba pun terbentang di sekitar mereka. (PRA)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply