Simpan Dagangan di Trotoar Dikeluhkan Pengunjung Pasar

04/04/2013 0 Comments

Satpol PP janji lakukan penertiban secara persuasif

Tumpukan barang milik pedagang di Pasar Banjar yang disimpan di bagian trotoar dianggap mengganggu hak pejalan kaki, serta menambah kesemrawutan suasana pasar. Foto : Eva Latifah/HR.

Tumpukan barang milik pedagang di Pasar Banjar yang disimpan di bagian trotoar dianggap mengganggu hak pejalan kaki, serta menambah kesemrawutan suasana pasar. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejumlah pengunjung Pasar Banjar mengeluhkan banyaknya barang dagangan yang disimpan di bagian trotoar, tepatnya di depan kios milik para pedagang. Selain dianggap mengganggu hak pejalan kaki, juga mengakibatkan suasana pasar menjadi semrawut.

Pemandangan seperti itu banyak terlihat di deretan kios yang berada di bagian luar, sehingga pengunjung pasar harus rela berdesakan ketika melewatinya. Bahkan, tak jarang mereka berjalan diantara deretan parkir sepeda motor dan pedagang kaki lima yang memenuhi bahu jalan.

Suryati (49), salah seorang pengunjung, mengatakan, bangunan pasar semegah itu harusnya bisa membuat nyaman konsumen saat berbelanja. Dalam hal menjaga kenyamanan, tentunya pedagang sendiri punya kewajiban, agar masyarakat lebih tertarik berbelanja di Pasar Banjar.

“Trotoar itu fungsinya untuk pejalan kaki, jadi jangan digunakan untuk menyimpan barang dagangan. Percuma PKL dipindahkan ke dalam pasar juga kalau pemilik kios malah menyimpan barangnya di bagian trotoar. Dan kenapa hal itu tidak ditertibkan oleh pemerintah,” tanya Suryati, ketika dijumpai HR di Pasar Banjar, Kamis (28/3).

Keluhan serupa diungkapkan pengunjung lainnya, Yayah (53). Menurut dia, Pasar Banjar sebagai pasar tradisional tetapi bangunannya sudah modern. Dengan begitu, baik pembeli maupun pedagangnya harus sama-sama merasakan kenyamanan sebuah pasar tradisional modern.

Yayah berharap, guna menciptakan kenyamanan dan keamanan tersebut, sebaiknya pemerintah melalui instansi terkait, melakukan peneguran atau penertiban terhadap para pemilik kios yang selama ini menyimpan barang dagangannya di trotoar.

“Jika ditegur tidak juga mau nurut, ya ditertibkan saja sama petugas Satpol PP. Pemerintah harus tegas, sebab kalau dibiarkan saja seperti itu saya yakin Pasar Banjar tetap semrawut. Mungkin kalau dulu semrawutnya karena banyak PKL, sekarang mah semrawutnya akibat ulah pedagang pemilik kios,” tutur Yayah.

Satpol PP Janji Lakukan Penertiban Secara Persuasif

Di lain tempat, Kasat. Pol PP Kota Banjar, Yayan Herdiaman, SH, M.Si., berjanji akan menindak lanjuti keluhan dari para pengunjung pasar. Namun, sebelum melakukan penertiban terlebih dahulu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak UPTD Pasar.

Menurut dia, dalam penertiban nanti, tindakan yang dilakukan harus bersifat persuasif, tidak dengan cara-cara arogansi. Sebab, penertiban secara persuasif akan lebih disegani oleh para pedagang.

“Tentu kami harus lebih berhati-hati dalam menertibkannya juga. Salah satunya melalui sosialisasi dulu kepada para pedagangnya. Jika setelah sosialisasi mereka tidak mematuhinya, baru kita upayakan penertiban, tapi dengan cara persuasif,” kata Yayan. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!