Siswi SMA Banjar Ditemukan Tak Bernyawa di Jurang

04/04/2013 0 Comments
Walikota Banjar, DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., didampingi petugas polisi dan pihak sekolah tengah melihat kondisi mayat korban di ruang Instalasi Jenazah RSUD Banjar, Kamis (4/4).

Walikota Banjar, DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., didampingi petugas polisi dan pihak sekolah tengah melihat kondisi mayat korban di ruang Instalasi Jenazah RSUD Banjar, Kamis (4/4).

Banjar, (harapanrakyat.com),-  Telah ditemukan sesosok mayat wanita berusia 16 tahun di sebuah jurang yang berada di Blok Pasir Sireum, Dusun Sukaharja, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Kamis (4/4), sekitar pukul 9 pagi, dengan kondisi mulutnya mengeluarkan busa.

Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga sekitar yang sedang berjalan melintas di lokasi tersebut, dan langsung melaporkan ke kantor desa setempat, serta pihak kepolisian. Mayat yang masih memakai seragam sekolah lengkap ini merupakan siswi SMA Negeri 3 Banjar, bernama Poppy A, hal itu terlihat berdasarkan dari seragam yang dia pakai.

Saat mayat masih di TKP, datang pula guru BP SMA Negeri 3 Banjar, Toto Heryanto, untuk memastikan kebenaran mengenai berita adanya penemuan mayat siswi sekolah tersebut. Toto pun membenarkan, bahwa mayat itu adalah muridnya yang masih duduk di kelas X 6.

Menurut Toto, semenjak hari Rabu (3/4), Poppy tidak masuk sekolah. Bahkan, pada hari Rabu juga dirinya kedatangan orang tua korban yang menanyakan keberadaan anaknya karena tidak pulang ke rumah.

“Keseharian Poppy di sekolah sangat pendiam, tidak pernah terbuka dengan maslahnya. Bahkan dia tidak menunjukan ada masalah pada dirinya,” terang Toto.

Sementara itu, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti, diantaranya sebuah botol dan dua buah bekas minuman gelas, serta dari saku bajunya ditemukan sebuah kartu nama. Mayat korban langsung dibawa ke ruang Instalasi Jenazah RSUD Banjar guna diotopsi.

Selang beberapa jam kemudian, pihak kepolisian dari Polresta Banjar berhasil menangkap orang yang diduga sebagai pelaku pembunuh siswi tersebut. Kapolresta Banjar AKBP. Asep Saepudin, SIK., melalui Kasat. Reskrim, AKP. Kosasih, SIP., menjelaskan, bahwa dugaan sementara pelakunya adalah pacar korban berinisial A. Dia ditangkap berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, dan langsung dibawa ke Mapolresta Banjar dari rumahnya.

“Berdasarkan keterangannya, pada hari Selasa (2/4), sekitar jam 2 siang si korban minta dijemput di sekolahnya kepada pacarnya. Setelah itu sama pacarnya dibawa ke TKP. Saat berada di TKP, si korban duduk di sebuah jembatan dan posisinya membelakangi jurang, sementara si pelaku duduk di motor,” kata Kosasih.

Kemudian, si korban mengeluarkan minuman dari tasnya dan mengatakan kepada pacarnya bahwa minuman tersebut adalah jamu untuk menggugurkan kandungan. Selanjutnya si korban pun meminumnya.

Selang beberapa menit korban merasa kepanasan, kemudian membuka dasinya dan disimpan di jembatan. Tidak lama berselang korban merasa pusing, kemudian terjungkal ke dalam jurang. Setelah itu, si pelaku menghampirinya ke bawah jurang, dan melihat dari mulut korban mengeluarkan busa.

Namun, pelaku kemudian naik lagi ke atas meninggalkan korban di TKP. Tiba di atas, pelaku pun mengambil tas milik korban untuk menghilangkan kecurigaan orang yang melintas di TKP.

Kosasih mengatakan, sementara ini pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti lainnya guna mendalami kasus yang menimpa Poppy Agaptasari. Namun, dugaan sementara si pelaku akan dijerat dengan pasal 306 KUHP.

Korban Dimata Teman-temannya

Dimata teman-teman satu kelasnya, Poppy merupakan anak yang baik dan sangat pendiam. Seperti diungkapkan Tubagus, salah satu teman sekelas korban, ketika dijumpai HR saat berada di ruang Instalasi Jenazah RSUD Banjar.

“Poppy orangnya sangat pendiam dan tidak pernah bercerita tentang dirinya. Saya terakhir kali bertemu yaitu hari Selasa di sekolah. Saya sangat terpukul atas meninggalnya Poppy dengan cara seperti ini,” ungkap Tubagus.

Sementara itu, Agus Subrata, orang tua korban yang merupakan warga Dusun Sukamanah, RT.03, RW.017, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, belum bisa dimintai keterangan karena masih shok melihat anaknya meninggal dengan tragis. (PRA/R3)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply