Susu Kambing PE & Khasiatnya

11/04/2013 0 Comments

Oleh : H. Basir

Kambing sudah mulai dipelihara manusia sejak tahun 7000 SM di Irak. Sedangkan domba lebih lama lagi, yaitu sejak tahun 9000 SM. Pemeliharaan kedua hewan tersebut untuk diambil manfaatnya, seperti bulu, daging dan susu .

Pada umumnya manusia mengkonsumsi susu dari ternak sapi, tetapi di negara-negara Timur Tengah, binatang mamalia yang umum diambil susunya adalah unta dan kambing. Masyarakat di belahan kutub Utara untuk memenuhi kebutuhan susu diperolah dari rusa, dan  masyarakat lain banyak memanfaatkan susu dari kerbau, dan kuda.

Masyarakat yang pertama kali memelihara kambing adalah masyarakat yang hidup di Gua Shanidar, tepatnya di kaki Gunung Zagros di Irak Utara. Awalnya masyarakat tersebut memelihara domba. Baru 2000 tahun berikutnya jumlah ternak yang dipelihara lebih banyak kambing, dengan perbandingan 1:6 (satu ekor domba : 6 ekor kambing).

Ketika mulai beternak kambing dan mengkonsumsi susunya, masyarakat Gua Shanidar belum menyadari bahwa cairan yang mereka konsumsi tersebut sangat bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan mereka.

Di daerah-daerah kering dan tandus seperti Afrika dan sebagian India, banyak masyarakat mengandalkan susu kambing untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Tanpa disadari mereka mendapatkan cukup protein dari susu yang mereka minum setiap hari.

Kambing Peranakan Etawa (Kambing PE) merupakan persilangan antara kambing Etawa dengan kambing kacang, atau kambing lokal Indonesia. Sosok kambing PE lebih besar, bahkan berat badannya bia mencapai 80 kilogram, dengan tinggi punggung hingga 1 meter. Produksi susu kambing PE yang dipelihara secara intensif bisa menghasilkan susu murni sebanyak 1,5 liter-3,5 liter per ekor per hari.

Di Kota Banjar sendiri sudah memiliki kawasan peternakan kambing PE yang berlokasi di Kecamatan Langensari. Jumlah populasi kambing PE tidak kurang dari 900 ekor, dengan produksi susu telah mencapai 5-60 liter per hari.

Populasi tersebut masih bisa berkembang dan dapat terus ditingkatkan untuk dijadikan usaha poko mata pencaharian masyarakat di sektor peternakan, sehingga Kota Banjar menjadi daerah sentra susu kambing PE di wilayah Priangan Timur Jawa Barat.

Susu kambing merupakan satu-satunya susu yang paling banyak memiliki khasiat dan manfaat bagi kesehatan manusia. Mengkonsumsi susu kambing segar berarti kita mengkonsumsi susu terbaik bagi tubuh kita.

Dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing memiliki kelebihan dalam komposisi, yakni sangat mendekati komposisi kimiawi air susu ibu (ASI). Dengan komposisi tersebut, susu kambing dapat diberikan kepada bayi yang baru lahir atau kurang berumur dari satu tahun. Tentunya hal ini sangat cocok dilakukan oleh ibu yang bermasalah dalam menyusui bayinya.

Susu kambing bisa dikonsumsi sebagai susu murni, bisa juga dalam bentuk yogurt susu kambing. Beberapa keistimewaannya meliputi kadar kalsiumnya sangat tinggi sehingga akan berpengaruh pada struktur tubuh, kuat dan tegap dengan tulang belulang besar, serta rata rata berusia panjang.

Kemudian, membantu memperlancar system pencernaan, terutama orang tua (lansia). Memiliki kandungan natrium (Na) sangat tinggi sehingga dapat mencegah kekakuan pada sendi, dan bisa menghindarkan rasa nyeri pada penderita reumatik.

Selanjutnya, dapat merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri bersahabat (friendly bacteria) dalam usus. Semua zat gizi, terutama protein dan lemak mudah dicerna, serta diasimilasikan.

Menyembuhkan sembelit, diare, bau mulut, menetralisir asam lambung pada penderita maag, menghilangkan gatal-gatal pada dubut dan infeksi vagina. Menurunkan kadar kolesterol darah dan aman bagi penderita penyakit jantung. Mencegah pembiakan sel-sel kanker, dan menambah kadar estrogen pada wanita, baik untuk mengatasi gejala saat premenopouse maupun menopause.

Selain keistimewaan tersebut, susu kambing PE biasa digunakan untuk pengobatan, diantaranya TBC. Penderita TBC bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi susu kambing secara teratur, sebab susu kambing mengandung fluorin yang tinggi dengan kadar 10-100 kali lebih tinggi dari pada yang terkandung dalam susu sapi.

Fluorin merupakan antiseptic natural yang mengandung elemen pencegah tumbuhnya bakteri di dalam tubuh. Kehadiran fluorin dalam tubuh akan meningkatkan daya tahan tubuh dan menekan aktivitas pertumbuhan bakteri.

Kemudian, penderita asma juga sebaiknya rutin mengkonsumsi susu kambing sebanyak 150 cc per hari, diminum pada malam hari karena pemecah kalori dapat menghangatkan tubuh, dan dapat mencegah terjadinya batuk-batuk yang dapat mempermudah timbulnya serangan asma. Penderita dapat juga meminum jus anti alergi yang terbuat dari susu kambing, nanas, peterselli, dan seledri.

Penyakit lainnya yaitu asam urat. Penderita asam urat sebaiknya mengkonsumsi susu kambing sebagai penyeimbang asam dan basa dalam tubuh, sehingga komposisi kimia darah terjaga. Penderita thalasemia juga dianjurkan minum susu kambing sebanyak 150 cc setiap pagi, dan sore harinya mengkonsumsi yogurt sebanyak 200 cc.

Dari semua bentuk susu kambing seperti susu segar, yogurt,tablet, dan susu kambing bubuk mempunyai reaksi dan khasiat terbaik untuk tubuh kita. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!