Warga Keluhkan Sampah Sering Telat Diangkut

11/04/2013 0 Comments

DCKTLH mengaku jadwal penarikan sampah setiap hari

Sampah terlihat menumpuk di pinggir Jl. H. Lili Kusumah, Tanjungsukur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, akibat mobil dump truk sampah sering terlambat datang. Foto : Eva Latifah/HR.

Sampah terlihat menumpuk di pinggir Jl. H. Lili Kusumah, Tanjungsukur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, akibat mobil dump truk sampah sering terlambat datang. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Warga Lingkungan Tanjungsukur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mengeluhkan sering terlambatnya mobil dump truk pengangkut sampah yang datang ke lingkungannya.

Menurut warga, penarikan sampah ke wilayah tersebut biasanya dilakukan satu minggu sekali, yakni setiap hari Senin. Namun, tidak jarang mobil penarik sampah baru datang pada hari berikutnya.

Akibat keterlambatan itu, sampah yang disimpan warga di depan rumah mereka kerap kali menumpuk, hingga menimbulkan aroma bau tak sedap. Terlebih setelah sampah-sampah tersebut kehujanan.

Seperti diungkapkan Hj. Een, salah seorang warga yang tinggal di Jl. H. Lili Kusumah, kepada HR, Senin (8/4). Dia terkadang kebingungan harus menyimpan sampah dimana supaya aroma bau tak sedap tidak tercium sampai ke dalam rumah.

“Kalau disimpannya di pinggir jalan malah sering diacak-acak sama pemulung, jadinya makin rarujuit. Mau disimpan di belakang rumah nanti malah baunya semakin tercium ke dalam rumah. Untuk itu saya minta sampah ditariknya jangan telat terus, harusnya Senin pagi sudah ditarik. Sekarang sudah siang belum juga datang,” ungkapnya.

Lanjut Een, penarikan sampah satu kali dalam seminggu dianggapnya terlalu lama. Padahal, sebelumnya dilakukan seminggu dua kali, yakni setiap hari Selasa dan Jum’at. Sehingga sampah yang tersimpan tidak terlalu menumpuk.

Keluhan serupa juga diungkapkan Maman, warga Lingkungan Tanjungsukur lainnya. Menurut dia, seiring dengan dinaikannya tarif retribusi sampah yang dipungut sebesar Rp.5.000 per bulan, dari sebelumnya Rp.3.000 per bulan, maka pelayanan penarikan sampah pun harus ditingkatkan.

“Sebagai warga tidak keberatan dengan dinaikkannya tarif persampahan. Cuma warga minta pelayanan penarikannya ditingkatkan. Dulu waktu bayarnya tiga ribu rupiah, bisa seminggu dua kali, tapi sekarang malah jadi seminggu sekali, telat lagi. Kalau seminggu dua kali saya rasa cukup,” harap Maman.

Jadwal Penarikan Sampah Setiap Hari

Sementara di tempat terpisah, Kabid. Kebersihan dan Pertamanan Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar, Asno Sutarno, SP, MP., mengaku, berdasarkan jadwal penarikan sampah bagi semua petugas dump truk harus dilakukan setiap hari.

“Terus terang mendapat keluhan seperti ini saya kaget, karena kami sudah menekankan setiap hari untuk penarikan sampah. Hari ini juga akan panggil petugasnya yang biasa menganggkut di jalur Tanjungsukur, itu masuknya jalur dua,” katanya.

Sedangkan mengenai retribusi, lanjut Asno, tidak ada kenaikan tarif. Sebab, retribusi persampahan diatur oleh Perda. Sehingga, jelas aturannya sesuai dengan kategori masing-masing lokasi. Seperti retribusi sampah pertokoan, perkantoran, pasar dan perumahan.

Kalaupun tarifnya jadi naik, mungkin hal itu petugasnya sendiri yang meminta dinaikkan ke masyarakat. Asno menambahkan, tarif persampahan yang dibebankan kepada masyarakat sebesar Rp.5.000 per-bulan terhitung murah.

Namun demikian, pihaknya berjanji akan mengevaluasi kinerja petugas penarik sampah di semua jalur, terutama di jalur dua yang dikeluhkan masyarakat tersebut. “Memang kalau satu minggu sekali itu terlalu lama, dan petugas itu sudah menyalahi aturan. Tentu masalah ini akan segera kami evaluasi,” kata Asno. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply