(Koptan Banyu Metu) Kembangkan ‘Kampung Kambing’ di Kedungwuluh

11/05/2013 0 Comments
(Koptan Banyu Metu) Kembangkan ‘Kampung Kambing’ di Kedungwuluh

Padaherang, (harapanrakyat.com),- Kelompok Tani (Koptan) Banyu Metu Dusun Babakan Jaya, RT 21 – 22 RW 08 Desa Kedungwuluh Kec. Padaherang Kab. Pangandaran, berencana membangun kawasan kampung wisata alam dan kampung kambing.

Upaya itu diselaraskan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata di Kab. Pangandaran. Koptan Banyu Metu yakin, pengembangan kampung wisata alam & kampung kambing bisa menjadi sumber PAD bagi Pangandaran.

Ketua Koptan Banyu Metu Babakan Kedungwuluh, Supardi, mengatakan, dirinya sudah menjabat ketua sejak tahun 2006, dengan jumlah anggota mencapai 18 orang. Sejak itu, Koptan terus berusaha mengebangkan sektor pertanian dan peternakan.

Melalui pola manajemen Agribisnis, kata Supardi, dia juga merencanakan pengembangan SIKEPIS (Sistem Integrasi kambing, Enau, Pepaya, Ikan dan Sapi) di tanah miliknya sendiri.

“Kita juga membuat kandang induk yang berkapasitas 80 ekor kambing, di lahan seluas 100 bata. Jika sudah begitu, harga jual kambing, tidak akan lagi bergantung pada bandar,” ungkapnya.

Pria kelahiran April 1074 ini juga menjabat sebagai Direktur Kambing pada Sikepis Agribisnis Padaherang (SAP). Selain itu, dia juga menjabat sebagai Ketua Bidang Peternakan di KTNA Kab. Ciamis.

Lebih lanjut, Supardi menuturkan, mayoritas warganya merupakan buruh. Mski begitu, hampir di setiap rumah di wilaayh itu memiliki kandang kambing. Sedikitnya, ada 26 kandang yang tersebar di kampung tersebut, dengan kapasitas 3-5 ekor kambing.

“Jenis kambing yang dikembangkan adalah jenis jawa randu. Alasannya karena pertumbuhannya cepat dan mudah dipelihara (ramban), serta tidak rentan terhadap penyakit,” katanya.

Sementara itu, Imbuh Supardi, kandang yang berkapasitas 80 ekor, sekarang ini baru terisi 28 ekor kambing. 17 dari bantuan Agun Center, senilai Rp 15 juta, sedang 11 ekor lainnya merupakan swadaya kelompok.

“Jadi, jumlah total kambing yang ada di dua RT mencapai sekitar 158 ekor kambing. Maka wajar, jika kami bermimpi membangun kampung kambing “Kadu” alias Kambing Kedungwuluh,” imbuhnya.

Selain berpotensi menjadi kampung kambing, Kedungwuluh juga memiliki potensi dijadikan kawasan kampung alam. Soalnya, tambah Supardi, di wilayah itu terdapat sejumlah goa, seperti Goa Rawas, Goa Tumang, Goa Landak, Goa Pawon, Goa Goong, dan Curug Bunton, serta terdapat dua lokasi Pemandian Air Panas, Kedunglumpang dan di Depan Kantor Desa Kedungwuluh.

“Potensi wisata alam ini masih jarang dikunjungi, masih asri dan alami, karena masih belum tersentuh. Saya berharap, investor (penanam modal) mau mengembangkan potensi pariwisata ini,“ pungkasnya. (madlani)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply