(Pileg 2014) Masyarakat Harap Parpol Jangan Asal Pilih Bacaleg

19/05/2013 0 Comments
(Pileg 2014) Masyarakat Harap Parpol Jangan Asal Pilih Bacaleg

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Berdasarkan data pendaftar yang tercatat di KPUD Kota Banjar saat ini, jumlah bakal calon legislatif (bacaleg) tahun 2014 untuk berebut kursi di DPRD Banjar mencapai 233 orang.

Namun, dari jumlah sebanyak itu ada beberapa diantaranya yang persyaratannya tidak sesuai, seperti terdapat perbedaan nama di KTP dengan ijazah, serta surat keterangan dokter hanya potocopy, sehingga pihak KPUD mengembalikan lagi.

Anggota KPUD Kota Banjar, Miftahudin, mengatakan, mengenai usia para bacaleg bervariatif, ada dari kalangan muda maupun tua/senior, dengan latar belakang pendidikan SMA dan sarjana.

“Usia paling muda itu 21 tahun lebih berapa bulan. Namun, ada juga yang belum genap 21 tahun ketika mendaftar, tetapi kami kembalikan lagi. Karena, dalam aturannya tidak boleh. Meskipun selang beberapa hari dari dirinya mendaftar, usianya genap 21 tahun, kemudian didaftarkan lagi, itu tetap tidak bisa,” ujarnya, kepada HR, Senin (13/5).

Miftahudin juga mengatakan, bila dilihat dari pekerjaan para bacaleg yang sudah terdaftar, mereka rata-rata bekerja sebagai pengusaha, atau lebih tepatnya wiraswasta. Dan, hingga saat ini belum ada keunikan yang terlihat dari semua bacaleg, seperti di kab/kota lain.

Parpol Jangan Asal Pilih Bacaleg

Adanya kalangan anak muda yang mendaftar sebagai calon legislative (caleg) pada pemilihan legislative (pileg) DPRD Kota Banjar tahun 2014 mendatang, mendapat berbagai tanggapan dari sejumlah masyarakat. Apalagi terdapat beberapa bacaleg yang sebelumnya tidak termasuk sebagai kader partai politik (parpol).

Seperti dikatakan Agus Gunawan, warga Kel/Kec. Purwaharja, Kota Banjar. Banyaknya kalangan muda yang mendaftar sebagai bacaleg memang harus diapresiasi dengan positif, selama niat mereka murni ingin menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Tetapi, seorang caleg harus punya wawasan dan mampu memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah rakyat. Jadi, parpol juga jangan asal rekrut anak muda, harus dinilai dulu kualitasnya. Saya tahu, ada beberapa orang, baik tua maupun kalangan anak muda, sekarang ikut nyaleg. Sebelumnya mereka bukan kader parpol, dan dari segi wawasan berpolitiknya juga nol,” ujarnya.

Padahal, lanjut Agus, kualitas caleg memiliki peran penting dalam keberhasilan pemilu. Kualitas caleg sendiri dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang ditempuhnya. Dengan demikian, maka  parpol juga dituntut agar hanya merekrut caleg yang berkualitas.

Hal serupa dikatakan Nono, warga Kel/Kec/Kota Banjar. Menurutnya, setiap parpol perlu memiliki kriteria profil, terkait siapa saja yang layak menjadi caleg. Parpol diharapkan tidak hanya menjaring calon legislatif dikarenakan untuk mengisi keterbatasan waktu penyerahan daftar calon legislatif ke KPU. 

“Partai politik diharapkan memiliki portofolio calon legislatif yang bisa ditelusuri melalui kinerja dan track record di partai.Mengapa perlu memiliki modal politik, karena akan berhadapan dengan keberpihakan kepada masyarakat. Modal politik bisa difilter melalui pengkaderan dan kerja caleg di partai politik sebagai apa,” kata Nono.

Keinginan memilih caleg berkualitas juga diungkapkan Dian Mulyani, salah seorang warga Kel/Kec. Langensari, Kota Banjar. Dia mengatakan, sebelum memilih caleg, tinggi harapan masyarakat agar parpol sudah melakukan upaya penyaringan, sehingga menghasilkan daftar caleg yang benar-benar mampu menjadi wakil rakyat, dan akan mewakili rakyat selama 5 tahun ke depan.

“Sangat diharapkan parpol memiliki mekanisme penyaringan untuk menghasilkan kader-kadernya yang berkualitas. Utamakan caleg yang memiliki latar belakangan baik, terutama pendidikan dan pengalaman, terutama bermasyarakat,” harap Dian.

Kemudian selain itu, seorang caleg harus memiliki kehidupan ekonomi yang mumpuni, sehingga tidak menjadikan caleg sebagai lowongan kerja. Pasalnya, salah satu faktor penyebab adanya wakil rakyat yang tersangkut korupsi dipengaruhi oleh faktor tersebut.

Sedangkan menurut Wiwin Rosdiani, warga Kel/Kec. Pataruman, Kota Banjar, bahwa peran aktif organisasi kemasyarakatan, lembaga pemerhati dan kalangan media juga sangat dibutuhkan untuk memantau, serta mengingatkan parpol jika ada caleg yang tidak layak dan bermasalah.

“Dan benteng terakhirnya tentu ada di masyarakat. Masyarakat harus menjadi pemilih cerdas. Memilih caleg yang memiliki integritas, kapasitas dan tanggung jawab, ketika sudah duduk di legislatif. Saya yakin semua masyarakat berharap Pileg 2014 nanti menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas, amanah, bertanggung jawab, dekat sama rakyat, pekerja keras dan tidak korupsi tentunya,” harap Wiwin. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply