AIPDA Anang Tri : Pengendara Penting Punya SIM!

18/06/2013 0 Comments
AIPDA Anang Tri : Pengendara Penting Punya SIM!

Baur SIM Polres Ciamis, Aipda Anang Tri, tengah memberikan pengarahan kepada pemohon SIM, di ruangan layanan SIM Polres Ciamis, pekan lalu.

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ciamis sosialisasikan pentingnya memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM). SIM merupakan registrasi dan identifikasi Polri kepada seseorang, karena telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memenuhi peraturan lalu lintas dan trampil dalam mengemudikan kendaraan.

Kasat Lantas Polres Ciamis, AKP Ridwan Ishak S.H., melalui Baur SIM, Aipda Anang Tri, pekan lalu, mengatakan, dasar hukum penebitan SIM, yaitu Undang-undang No. 2 tahun 2002, pasal 14 ayat (1) b pasal 15 ayat (2) c dan pasal 77 UU No 22 tahun 2009.

Anang menuturkan, dalam pasal 77 (1) UU No 22 tahun 2009 juga dijelaskan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki SIM, dan disesuaikan dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Menurut Anang, apabila pemohon yang akan membuat SIM terus dinyatakan tidak lulus, masih ada waktu tenggang 7 hari, 14 hari, sampai dengan masa waktu tenggangnya 30 hari untuk mengurusinya kembali.

Lebih lanjut, Anang menjelaskan, SIM juga berfungsi sebagai bukti kompetensi mengemudi, registrasi pengemudi kendaraan bermotor, identitas pengemudi dan sebagai sarana mendukung kegiatan penyidikan dan identifikasi forensik kepolisian.

Untuk itu, kata Anang, pada ada pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor wajib menunjukan surat tanda nomor kendaraan, SIM, bukti lulus uji berkala dan tanda bukti lain yang sah.

”Dengan memiliki SIM, berarti kita sudah memiliki pengetahuan peraturan lalu lintas dan tehnik dasar bermotor. Karena, sebelumnya kita telah diberikan pemahaman tentang lalu lintas yang baik,” ujarnya.

Anang menambahkan, terjadinya banyak kecelakaan, disebabkan karena pengemudi tidak disiplin, tidak terampil dalam berkendara, emosional, ngantuk, kecepatan tinggi, pandangan tidak bebas, tidak memelihara jalur dan jarak aman.

”Dalam pasal 314 UU No 22 tahun 2009, dikatatakan, selain pidana penjara, kurungan atau denda, pelaku tindak pidana lalu lintas dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan SIM,” pungkas Anang. (DSW/R4/koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply