“Kabupaten Galuh Ciamis Menuju Perubahan”

17/06/2013 0 Comments

“Galuh”, adalah bahasa Sangsekerta yang artinya batu permata. Galuh adalah sebuah kerajaan. Konon katanya cerita Kerajaan Galuh terungkap pada tahun 1595, dari sejak itu Galuh mulai termasuk pengaruh Kekuasaan Mataram.

Galuh, dengan batas-batas wilayah kekuasaannya : Sebelah timur : Sungai Citanduy. Sebelah barat : Galunggung Sukapura dan sungai Cijolang. Sebelah utara Sumedang dan Cirebon. Sebelah selatan : Samudra Hindia. Menurut Dr. F. De Haan, tempat-tempat yang sekarang masuk Provinsi Jawa Tengah. Seperti Majenang, Dayeuhluhur dan Pagadingan pada mulanya masuk daerah Galuh.

Konon ceritanya, Bupati Galuh ke 18 R.T.A. Sastrawinata (1914-1935) pada masa pemerintahan beliau nama Kabupaten Galuh diganti menjadi Kabupaten Ciamis. Bupati Ciamis ke 19 R.T.A. Sunarya (1935-1944) asal Sukapura, pada masa pemerintahan beliau dilakukan penggabungan wilayah Kawadanan Banjar, Pangandaran dan Cijulang, yang asal berada di wilayah Kabupaten Sukapura digabung masuk ke Kabupaten Ciamis tahun 1939.

Kini Kabupaten Galuh (Ciamis) telah berusia memasuki 4 abad persisnya 371 tahun pada 12 Juni 2013, dalam usia yang panjang itu pada 10 tahun terakhir Kabupaten Galuh (Ciamis) dalam era otonomi daerah telah melahirkan dua wilayah baru. Kota Banjar semula Kota Administratif berubah status menjadi Pemerintahan Kota, dan  kedua pemekaran wilayah DOB (Daerah Otomi Baru) Kabupaten Pangandaran pada 2013 ini resmi berpisah dengan Kabupaten Ciamis (induk). Semua berjalan lancar.

Sekarang Kabupaten Galuh (Ciamis), tidak segemuk 10 tahun lalu. Kabupaten ini menjadi ramping fenomena lain sejak lama memang sudah muncul tapi belum terwujud. Ciamis (air manis-red) ada wacana sementara warganya ingin kembali bernama “Galuh” (batu permata). Kedua nama punya arti yang bagus. Munculnya nama Kabupaten Ciamis tak jelas, asal-usulnya sampai saat ini belum terungkap di masyarakat luas. Mungkin saja dari pengaruh politik penjajah Belanda, maksudnya  melakukan politik divide at impera (politik adu domba), agar kaum pribumi tidak kompak.

Melihat geografi Kabupaten Galuh (Ciamis) sekarang, bisa mengusung visi Kabupaten konservasi. Bila melihat wilayah sekarang,tinggal meningkatan pembangunan infrastruktur khusus jalan dan jembatan Kabupaten Galuh (Ciamis) akan menggeliat memberikan kesejahteraan pada masyarakatnya. Kabupaten Galuh (Ciamis), akan menjadi gadis manis di era globalisasi dunia. Banyak potensi alam yang bisa digali. Misal kawasan wisata alam pegunungan, kuliner, pengembangan industri lokal dan modern.

Bila saja Kabupaten Ciamis berganti nama kembali menjadi Kabupeten Galuh, tidak perlu dikhawatirkan. Kita bercermin Makasar diganti jadi Ujung Pandang dan kembali lagi jadi Makasar sekarang menjadi pintu gerbang Indonesia di wilayah timur. Semuanya kembali kepada niat tulus, bukan akal-akalan politisasi. Selamat Hari Jadi Kabupaten Galuh (Ciamis) ke 371 agar semakin cantik.

Mudah-mudahan dari tahun ketahun, masa ke masa “Komara” Galuh Ciamis terus abadi cemerlang bagaikan “Intan Permata” oleh “Keluhuran Budi” para warga serta aparatur pemerintahannya.

“MAHAYUNA AYUNA KADATUAN. PAKENA GAWE RAHAYU PAKEUN HEUBEUL JAYA DINA BUANA PAKENA KERTA BENER NANJERNA JURITAN.”

Masyarakat maupun aparatur pemerintah, harus memegang teguh etika moral. Terpuji dan tidak tercela. Itu hanya sebuah renungan, untuk melangkah maju menggapai cita-cita mulia.***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply