Pancasila Semakin Tergerus

06/06/2013 0 Comments

Iman (37), ia bukan politisi, bukan juga pejabat tapi hanya seorang pedagang di sebuah pasar tradisional di kota kecil. Iman sangat merasakan, nilai-nilai Pancasila kini terus tergerus, baik dalam praktik tata kelola pemerintahan maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan sehari-hari. Padahal, Pancasila merupakan roh bangsa yang semakin dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dan persoalan bangsa saat ini. Kata Iman, dulu di zaman Orde Lama maupun Orde Baru, Pancasila menjadi pengikat persatuan dan kekuatan bangsa. Pancasila sebagai “Way of Live” (jalan hidup).

Memang banyak cara untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945. Tahun 2013, peringatan dilakukan dengan kembali ke tempat lima butir mutiara yang menjadi lima sila Pancasila itu ditemukan Bung Karno di Ende Pulau Flores. 1. Ketuhanan Yang Maha Esa. 2. Kemanusian Yang Adil dan Beradab. 3. Persatuan Indonesia. 4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan. 5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kecemas nilai-nilai Pancasila kini terus tergerus, diucapkan Wakil Presiden Boediono dalam peringatan Hari lahir Pancasila, Sabtu (1/6) di Ende Plores. Sebagai bangsa majemuk, Indonesia masih menghadapi ketegangan dan konflik komunal di sejumlah daerah. Pancasila akan efektif dalam praktik sosial bangsa jika diwujudkan dalam pelbagai hukum positif yang mengatur hidup bersama.

“Dengan perasaan sedih dan cemas, saat ini pun kita harus akui bahwa dari waktu ke waktu kita masih mengalami ketegangan dan konflik di antara saudara-saudara kita sebangsa. Meskipun banyak yang telah dicapai oleh Indonesia dalam memperkukuh persatuan nasional, ternyata masih ada sebagian masyarakat kita, sebagian yang amat kecil, yang belum juga memahami bahwa takdir Indonesia adalah hidup kebhinekaan dalam kebhinekaan, ucap Wapres Boediono.

Ketua MPR-RI H. Taufik Kemas menyatakan, Pancasila bagi bangsa Indonesia bukan hanya konsep ideologis, melainkan konsep etis. Ini berarti segala perilaku penyelenggara negara dan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara harus mengacu pada moral etis Pancasila. “Kehidupan bangsa akan lebih kokoh dan sejahtera jika mampu memahami dan melaksanakan Pancasila dasar ideologi Bangsa,” kata Taufik Kemas. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!