Asep, “Kakak-Adik Bertarung di Pilkada Ciamis, Bukan Hal Unik,”

04/07/2013 0 Comments
Asep, “Kakak-Adik Bertarung di Pilkada Ciamis, Bukan Hal Unik,”

Bagus Arif Wiwaha (kiri) dan Mita Permatasari (kanan). Dua adik- kakak ini akan bertarung di Pilkada Bupati Ciamis pada September mendatang. Bagus diusung Partai Demokrat, sementara Mita diusung Partai Koalisi 234 Plus (PKB, PAN, PBB, Gerindra, Hanura dan PKS). Foto: Dok HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

 Ketua DPC PKB Kabupaten Ciamis, Asep Irfan Alaw

Ketua DPC PKB Kabupaten Ciamis, Asep Irfan Alawi

Munculnya fenomana kakak dan adik bertarung di Pilkada Ciamis tentunya hal menarik untuk disimak. Mita Permatasari, calon Wakil Bupati Ciamis yang mendampingi Budi Kurnia dan diusung koalisi 234 plus merupakan kakak kandung dari Bagus Arif Wihawa yang merupakan calon Bupati Ciamis yang diusung Partai Demokrat. Kedua kakak beradik ini merupakan anak kandung dari mantan Bupati Ciamis Momon Gandasasmita.

Fenomana kakak beradik bertarung di Pilkada Ciamis ini, tak pelak menjadi buah bibir di masyarakat Ciamis. Spekulasi pun muncul, apakah dengan majunya kakak beradik di Pilkada Ciamis ini sebuah strategi untuk memecah suara calon lain?

Hal itu dibantah oleh Ketua Koalisi 234 plus yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Ciamis, Asep Irfan Alawi. Dia mengatakan, munculnya fenomena kakak beradik bertarung di Pilkada Ciamis dikarenakan keduanya memiliki keingingan untuk membangun Ciamis.

“Kita tidak berpikir soal wacana munculnya fenomana ini sebagai strategi untuk memecah suara. Karena kami mengusung Ibu Mita sebagai calon Wakil Bupati dari koalisi 234, melalui sebuah proses panjang dan tidak mendadak begitu saja,” ujarnya, kepada HR, Selasa (2/7).

Menurut Asep, meski Mita merupakan kakak kandung Bagus, bagi pihaknya tidak menjadi persoalan. Karena dalam konteks Pilkada ini, tidak membawa urusan keluarga. “Persoalan adik kakak mungkin hal itu di ranah keluarga. Tetapi, di konteks Pilkada, Pak Bagus sama saja seperti calon bupati lainnya yang merupakan pesaing kami dan Ibu Mita sendiri,” ujarnya.

Asep juga mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah menghitung soal kemungkinan Bagus yang merupakan adik kandung Mita seandainya maju di Pilkada Ciamis dan menjadi lawan. “Yang pasti, kami tidak main-main dalam menentukan calon yang kami usung. Kita menjatuhkan pilihan kepada Ibu Mita mendamping Pak Budi, tentunya sudah melalui sebuah proses dan perhitungan yang matang,” ungkapnya.

Menurut Asep, fenomana keluarga bertarung dalam sebuah event Pemilu bukan kali ini saja terjadi. Dalam Pilkades di suatu desa di Kabupaten Ciamis pun pernah terjadi suami dan istri bertarung di ajang Pilkades tersebut.

“Jadi, fenomena satu pertalian keluarga bertarung dalam event Pemilu, menurut saya bukan hal yang unik. Artinya, siapapun memiliki hak untuk dicalonkan maupun mencalonkan, termasuk adik kakak ini, “ ujarnya.

Asep juga menegaskan, pihaknya pun yakin dengan kesungguhan dan niat Mita yang akan bersama-sama dengan seluruh tim koalisi untuk memenangkan Pilkada Ciamis. “Kalau kita tidak percaya, tidak mungkin menjatuhkan pilihan kepada Ibu Mita. Seperti saya katakan tadi, tidak mungkin main-main mengusung calon dalam Pilkada. Kita memutuskan untuk mengusung calon Budi-Mita, tentunya dengan kayakinan dan keseriusan untuk menang,” ungkapnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua Tim Relawan Bagus-Akasah, Agus Nurul Syam, S.IP, M.Si. Namun, Agus belum bisa mengomentari lebih jauh soal pencalonan dua kakak beradik ini.

“Sepengatahuan saya dua kakak beradik hubungannya tentu baik-baik saja. Namun jika pandangan atau pemikirannya berbeda, itu merupakan bagian dari demokrasi .Saya yakin semua juga mempunyai niatan baik untuk membangun Ciamis ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Ketika Agus ditanya lebih jauh apakah ada skenario tertentu dalam pencalonan dua kaka beradik dalam kubu berbeda ini, Agus menyangkal bahwa itu hal yang terencana. “ Saya pikir itu alamiah dan spontan. Apa lagi ini ada di wilayah Privasi sikap dan pemikiran seseorang. Apapun itu harus kita hargai dan hormati.” ujarnya.

Agus pun enggan berkomentar bila  langkah tersebut dianalisis banyak kalangan akan berdampak pada perpecahan suara Golkar, khususnya di akar rumput. “Wah bukan hak saya untuk mengomentari itu, karena masyarakat pasti mempunyai penilaian sendiri,” pungkasnya. (DK/Bgj/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!