Di Pangandaran, 14 Perahu Rusak dan Tenggelam Dihantam Gelombang Pasang

Di Pangandaran, 14 Perahu Rusak dan Tenggelam Dihantam Gelombang Pasang

Sejumlah nelayan yang dibantu aparat kepolisian dan TNI saat mengevakuasi bangkai Perahu Patroli milik Polair yang hancur akibat dihantam Gelombang Pasang, di Pantai Timur Pangandaran, Jum’at (5/7). Foto Entang SR/HR

Pangandaran,(harapanrakyat.com),-

Sedikitnya 14 perahu yang bersandar di pantai timur dan pantai barat Pangandaran mengalami kerusakan dan tenggelam akibat diterjang gelombang pasang yang melanda kawasan tersebut, Jum’at (5/7). Namun, masih beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Hanya, kerugian nelayan akibat kerusakan perahu ditaksir sekitar ratusan juta rupiah.

Dari pantauan HR di lapangan, perahu yang paling parah mengalami kerusakan akibat peristiwa ini, yakni perahu milik Polisi Air (Polair) Pangandaran. Perahu Patroli milik Polair yang bersandar di pantai timur itu hancur akibat hantaman gelombang ombak pasang yang disertai angin kencang.

Akibat hancurnya perahu tersebut, membuat puluhan nelayan yang dibantu aparat kepolisian serta TNI disibukan mengevakuasi bangkai Perahu Patroli milik Polair tersebut. Selain itu, tidak sedikit pula mesin perahu yang mengalami kerusakan, meski badan perahu masih bisa diselamatkan.

Sementara itu, kondisi cuaca yang kurang bersahabat belakangan ini di pantai selatan Pangandaran, membuat sejumlah nelayan mengurungkan niatnya untuk menangkap ikan di laut. Ketinggian gelombang di daerah pantai timur saat ini mencapai  5-6 meter.

Akibatnya, tidak sedikit perahu nelayan yang bersandar di pantai timur, kini kondisinya rusak dan hancur akibat hantaman gelombang ombak tersebut. Bahkan, ada beberapa perahu nelayan  yang tenggelam ‘dimakan’ gelombang pasang tersebut.

Kasat  Polair Pangandaran, AKP F. Alamsyah, mengatakan, perahu yang kena imbas akibat hantaman gelombang pasang tersebut sebanyak 14 perahu, diantaranya 8 mengalami rusak parah dan sisanya tenggelam belum ditemukan. (ntang/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles