(Dishub Lambat Perbaiki) Traffic Light Perempatan Tanjungsukur Mati

06/07/2013 0 Comments
(Dishub Lambat Perbaiki) Traffic Light Perempatan Tanjungsukur Mati

Akibat traffic light tidak berfungsi, kendaraan yang melewati jalan perempatan Tanjungsukur seperti tidak peduli dengan keselematan jiwanya. Mereka saling rebutan menguasai jalan umum tersebut. Foto diambil Minggu (30/6).

Foto: Pepep Riswanto Akbar/HR

 

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah pengemudi kendaraan mengeluhkan tidak berfungsinya traffic light di jalan perempatan Tanjungsukur, Kota Banjar. Jalan yang setiap harinya selalu ramai dilalui oleh kendaraan itu membuat para pengemudi harus ekstra hati-hati saat melintasinya.

Iwan (29), salah seorang pengemudi sepeda motor, mengatakan, rambu lalu-lintas di jalan tersebut sudah lama mati, namun hingga sekarang belum juga ada perbaikan dari Dinas Perhubungan.

“Lampu Lalin yang mati itu di Jl. Raya Batulawang dan Jl. Mayjen. Lili Kusumah. Padahal, kedua ruas jalan itu merupakan jalur paling ramai dilalui kendaraan, baik umum maupun kendaraan pribadi. Terlebih sekarang ini sedang musim liburan, sehingga volume kendaraan meningkat. Untuk itu sebaiknya Dishub segera memperbaiki sebelum jatuh korban,” tutur Iwan, kepada HR, Minggu (30/6).

Keluhan serupa diungkapkan Rahma (26), pengemudi motor lainnya. Dia mengaku, akibat matinya traffic light, sepeda motor yang dikendarainya hampir tertabrak oleh sebuah mobil yang melaju menuju ke arah Pangandaran.

Menurut Rahma, waktu itu jalan lagi padat karena sedang liburan, jadi banyak kendaraan dari arah Banjar menuju Pangandaran. Mungkin karena traffic light–nya mati, si pengemudi mobil pun terus saja menjalankan mobilnya.

“Begitu juga saya yang datang dari arah Jl. Mayjen. Lili Kusumah menuju ke arah Pangandaran, tidak berhenti ketika melewati lampu merah sebab mati. Untung saja saya masih bisa melakukan pengereman mendadak sehingga terhindar dari kecelakaan,” ujar Rahma.

Hal senada dikatakan Tuti (46), warga Tanjungsukur, saat dijumpai HR, Senin (1/7). Menurutnya, sejak fasilitas traffic light mati, dia mengaku kesulitan ketika akan menyeberang jalan lantaran kendaraan yang melintas rata-rata berkecepatan tinggi.

“Demi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki, saya mohon kalau bisa secepatnya lampu stopan ini diperbaiki,” harap Tuti. (PRA/Koran-HR)

 

           

 

 

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply