Hidangan Istimewa di Bulan Ramadhan

31/07/2013 0 Comments
Hidangan Istimewa di Bulan Ramadhan

Rini R Noor, SH., menunjukan masakan yang dihidangkan untuk berbuka puasa bagi keluarganya. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Khodijah, tengah mempersiapkan hidangan untuk berbuka. Foto : Eva Latifah

Khodijah, tengah mempersiapkan hidangan untuk berbuka.
Foto : Eva Latifah

Bulan Ramadhan selalu menjadi istimewa bagi setiap muslim. Bulan yang penuh dengan obral pahala ini telah mengambil hati seluruh muslim di dunia. Kedatangannya bahkan telah disambut sebulan sampai 2 bulan sebelumnya.

Ciri Ramadhan yang paling kentara adalah diwajibkannya untuk melaksanakan shiyam di siang hari. Selama shiyam dilarang melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak dilarang di bulan lain. Istilahnya menahan hal-hal yang membatalkan puasa mulai waktu subuh sampai dengan maghrib.

Yang menarik di bulan Ramadhan adalah budaya masyarakat dalam menyiapkan menu istimewa untuk berbuka dan sahur. Hal ini tidak saja dilakukan oleh masyarakat berkecukupan secara materi, tapi juga masyarakat berpenghasilan rendah. Berkaitan dengan penyiapan menu istimewa buka dan sahur sering mengakibatkan penambahan pos pengeluaran dalam rumah tangga.

Ibu-ibu rumah tangga berusaha untuk menyiapkan berbagai penganan  khas Ramadhan, seperti kurma, kolak pisang, es buah, syrup dan sebagainya. Lauk yang dipakai pun tidak seperti pada hari-hari biasa, namun diusahakan lengkap, diantaranya ada sayur, daging, ikan dan lain-lain. Alasannya sederhana, biar anggota keluarga, terutama anak-anak, tidak malas makan sehingga puasa lancar.

Meski sekarang ini harga kebutuhan pokok mengalami peningkatan, namun masalah tersebut bukan suatu kendala. Mereka tetap menyajikan menu istimewa yang dapat menggugah selera agar asupan nutrisi pada saat Ramadhan tercukupi.

Tentunya hal itu bisa dilakukan dengan bijak dan kreatif. Sebab, nutrisi yang baik itu tidak harus selalu mahal. Sebab, makanan yang mahal sebetulnya kurang bagus untuk dikonsumsi karena terlalu membebani kerja pencernaan. Misalnya banyak mengandung gula, lemak dan protein tinggi.

Para ibu yang bijak akan dengan mudah menyiapkan menu yang tidak terlalu membebani keuangan keluarga, yaitu dengan menu sederhana. Seperti dikatakan Rini R Noor, SH., salah seorang warga Kel/Kec Banjar, Kota Banjar, saat ditemui HR di rumahnya, kemarin.

Diakuinya, selama Ramadhan memang ada saja menu tambahan yang dihidangkan bagi keluarganya.

“Bulan Ramadhan ini bulan yang istimewa bagi setiap muslim. Maka dari itu hidangan untuk berbuka maupun sahur juga harus istimewa. Artinya, masakan yang disediakan ada saja perbedaannya dengan hari-hari biasa. Misalkan, biasanya hanya dua atau tiga jenis masakan, sedangkan selama Ramadhan jadi empat jenis masakan,” tuturnya.

Rini pun menunjukan beberapa menu untuk berbuka yang telah disiapkan, diantaranya sayur sop, cumi goreng, capcay jamur, tempe dan tahu goreng, kroket, serta tak lupa menambahkan sambal sebagai pelengkapnya. Sedangkan, makanan pembukanya berupa kolak pisang dan serabi kinca.

Menu berbuka dan sahur di hari berikutnya tentu akan berbeda dengan hari sebelumnya. Begitu pula untuk makanan pembuka. Bahkan terkadang Rini sengaja menghidangkan lebih dari lima jenis masakan, dan mengundang saudara-saudaranya berbuka puasa bersama di rumahnya.

Menu istimewa di bulan Ramadhan juga dihidangkan oleh keluarga Khodijah dan Dede Rohaedi, warga lainnya. Walaupun jenis masakannya tergolong sangat sederhana, seperti sayur sop dan goreng ikan asin, namun bagi mereka menu tersebut terasa sudah cukup mewah.

Di tempat terpisah, warga lainnya, Khodijah tengah menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Dia menunjukan kedua jenis masakan itu yang akan disantapnya bersama keluarga saat waktu berbuka tiba.

“Tidak setiap hari bisa menghidangkan masakan seperti ini. Kalau lagi punya uang baru bisa, tapi kalau sedang tidak punya uang, ya buka puasanya seadanya saja. Kebetulan hari ini ada sedikit rejeki, jadi Alhamdulillah bisa menghidangkan masakan untuk berbuka puasa yang istimewa. Pokoknya kalau bulan Ramadhan selalu diusahakan memasak yang istimewa,” kata Dede Rohaedi, suami Khodijah, yang sehari-harinya bekerja sebagai petugas kebersihan taman di Dinas Cita Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar.

Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi seluruh umat muslim. Tidak saja dirasakan oleh orang berpenghasilan cukup, tapi dirasakan pula oleh orang-orang yang secara ekonomi serba kekurangan. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply