Ironis, Padaherang Peringkat I PBB, Tapi Jalannya Rusak Parah

03/07/2013 0 Comments
Ironis, Padaherang Peringkat I PBB, Tapi Jalannya Rusak Parah

Salah satu jalan di Padaherang yang kondisinya rusak parah

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Kesadaran untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masyarakat Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, patut dibanggakan. Sebagai buktinya, Padaherang memperoleh Trophy Bergilir dari Bupati Ciamis tahun 2013 tingkat Kecamatan untuk Peringkat I kelompok V dan berhak memboyong  hadiah 1 unit sepeda motor plus satu set in focus.

Namun prestasi masyarakat Padaherang ini berbanding terbalik dengan kondisi infarsturktur jalan yang dinikmati masyarakat. Salah satu contohnya, masyarakat setempat mengeluhkan kondisi Jalan Paledah-Mangunjaya Pelning yang rusak parah. Oleh karenanya, sejumlah warga mengancam tidak akan membayar pajak tahun depan jika pembangunan jalan tidak segera terealisasi.

“Hal ini sungguh ironis. Kami taat membayar pajak hingga peringkat pertama, tapi apa yang kami peroleh sangat mengecewakan. Kondisi jalan yang sangat parah bisa memperburuk kesejahteraan masyarakat karena infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat, Irawan (52), kepada HR, Rabu (19/6).

“Saya kecewa terhadap Pemkab Ciamis, pajak bumi dan bangunan saya bayar tepat waktu tetapi malah pembangunan untuk masyarakatnya mana? Infrastruktur jalan rusak parah, ini kan menghambat aktivitas masyarakat, bantuan proyek peningkatan jalannya entah kemana?”, ungkapnya kesal.

Hal senada diungkapkan Elan (44), warga jalan Paledah asal desa Karangpawitan menyatakan keheranannya. Menurutnya, mengapa proyek pekerjaannya diprioritaskan ke arah Manganti yang mobilitas pemakai jalannya kurang, tidak ke arah Padaherang-Mangunjaya Pelning yang mobilitasnya lebih tinggi. Dia berharap, pihak Binamarga lebih memprioritaskan kebutuhan.

“Proyek pekerjaannya koq malah ke arah Manganti dulu, bukannya ke arah Padaherang-Mangunjaya Pelning. Pengguna jalan ini kan ada 5 desa, jauh lebih banyak dibanding pengguna jalan ke arah Manganti. Mestinya pemerintah melihat kebutuhan, mana yang lebih mendesak,”tandasnya, Kamis (20/6).  (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply