Petugas Pantarlih Pileg Pataruman Ontrog Kantor Kelurahan

25/07/2013 0 Comments
Petugas Pantarlih Pileg Pataruman Ontrog Kantor Kelurahan

Pataruman, (harapanrakyat.com).-

Pembayaran honor Panitia pendaftaran pemilih (Pantarlih) Pemilihan Legislatif (Pileg) di Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, kisruh. Hal itu akibat pembayaran honor tidak menyeluruh. Dari jumlah sebanyak 31 orang, yang sudah dibayar baru 14 orang saja.

Akibat keterlambatan itu, sisanya sebanyak 17 orang tersulut amarahnya dan mendatangi kesekretariatan PPS di Kelurahan Pataruman. Kejadian itu membuat kaget bagian Bendahara PUMK dan Lurah Pataruman, yang kebetulan saat kejadian sedang di tempat.

Menurut Lurah Pataruman, Sri Herdiani, SP., didampingi Bendahara PUMK Kelurahan Pataruman, Maman Suryaman, mengatakan, bahwa kedatangan para petugas Pantarlih di luar dugaan. Sebab, pihaknya mengaku tidak memegang uang honor untuk petugas tersebut.

“Memang sebelumnya kami sudah mendengar mengenai masalah belum dibayarnya sebagian honor Pantarlih. Maka untuk mengecek kebenarannya, saya menghubungi Yosef, Ketua PPS Kelurahan Pataruman, melalui telepon selularnya,” tutur Sri, kepada HR, Senin (22/7).

Namun, lanjutnya, menurut Ketua PPS bahwa masalah itu telah selesai karena sudah dimusyawarahkan dengan bendahara kesekretariatan dan anggota PPS, serta para Pantarlih. Tetapi, selang beberapa hari kemudian petugas Pantarlih berdatangan ke kantor kelurahan menanyakan masalah honor mereka, padahal masalah honor tersebut tidak dipegang oleh pihak kelurahan.

Selain itu, dirinya tidak tahu persis tentang struktural PPS kelurahan Pataruman, sebab semenjak dirinya menjabat menjadi Lurah Pataruman, struktural itu sudah terbentuk. Bahkan, secara personal dirinya tidak mengetahui siapa saja orang-orangnya, hanya sekretarisnya saja yang dia tahu, yaitu Dede Suyana Marwi, SIP.

Sementara menurut Bendahara PUMK Kelurahan Pataruman, Maman Suryaman, mengatakan, bahwa sebelumnya dia pernah bertemu dengan Ketua PPS dan dua orang anggotanya saat berada di PPK Kecamatan Pataruman. Namun, Ketua PPS maupun anggotanya tidak membicarakan mengenai telah adanya musyawarah masalah honor Pantarlih yang belum dibayar.

“Memang kami pernah bertemu di PPK, tapi kami tidak berbicara apa-apa. Selain itu, pembayaran honor para Pantarlih pernah saya tanyakan ke KPU, dan pihak KPU mengatakan bahwa honor bulan Mei-Juni sudah diambil oleh Ketua PPS untuk 31 Pantarlih, satu amplopnya sebesar 800 ribu rupiah,” tuturnya.

Sebagai Bendahara PUMK, Maman mengaku bingung, karena nantinya harus membuat SPJ sebagai pertanggung jawabannya. Kebingungan Maman bertambah karena Pantarlih malah menagih honor pada dirinya yang jelas-jelas tidak memegang uang tersebut.

“Kalau saya hanya kebagian uang dari PKK untuk kebutuhan kesekretariatan saja, diantaranya yaitu untuk ATK dan uang lembur. Tapi itu juga tidak diberikan pagunya, jadi apa yang akan saya SPJ-kan. Selain itu uang tersebut hanya diberikan sebagian saja,” ujar Maman.

Sedangkan menurut Dede Suryana Marwi, SIP., Kasi. Pemerintahan Kelurahan Pataruman, sekaligus sekretaris di Struktural PPS Kelurahan Pataruman yang sudah mengundurkan diri, dan sekarang digantikan oleh Sekretaris Kelurahan (Seklur), menyebutkan, bahwa setelah masalah tersebut terungkap, dirinya sudah berusaha menghubungi Ketua PPS dan dua orang anggotanya.

“Ketika saya hubungi melalui telepon selularnya ternyata mereka bertiga tidak diangkat-angkat. Tapi anehnya waktu saya telepon menggunakan nomor baru, mereka mau mengangkatnya. Dan ketika ditanya tentang masalah ini, mereka seakan saling melempar kewajiban. Kata kedua anggota PPS bahwa uang ada di Ketua PPS, kata Ketua PPS uang ada di anggotanya,” terang Dede.

Dede juga menyebutkan, bahwa ternyata pembayaran terhadap petugas Pantarlih yang belum menerima honor dibayarkan secara door to door mendatangi setiap rumah petugas tersebut oleh PPS, tanpa disertai SPJ penerimaan.

“Maka dari itu saya pernah meminta bertemu mereka di kelurahan untuk diajak mediasi supaya masalah ini selesai dan dapat dimusyawarahkan dengan para Pantarlih. Tapi ditunggu sampai sore mereka tak kunjung datang. Jadi bukan berarti saya membiarkan masalah ini atau tidak melakukan perbaikan, tapi mereka seperti tidak punya niatan baik,” ujarnya.

Namun, lanjut Dede, dirinya baru merasa lega setelah ada pemanggilan dari Ketua KPU untuk melakukan musyawarah terkait masalah tersebut. Dede mengaku lega karena merasa dijembatani oleh KPU, dan dalam musyawarah itu dia akan menyampaikan masalah PPS yang terjadi di Kelurahan Pataruman. “Dan keinginan saya, mereka harus professional dalam setiap porsi kerjanya, dimana kalau dianggap salah maka silahkan tindak,” kata Dede. (HND/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply