Pilot Project, Kurikulum 2013 Diterapkan di Ciamis

28/07/2013 0 Comments
Pilot Project, Kurikulum 2013 Diterapkan di Ciamis

Foto Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Penerapan Kurikulum 2013 di Kabupaten Ciamis, tampaknya dilaksanakan secara bertahap. Tidak semua sekolah di Jenjang SMP dan SMA/ SMK dapat langsung menerapkan Kurikulum 2013 tersebut.

Kebijakan penerapan kurikulum 2013 ini dimulai dengan Piloting Project terhadap beberapa sekolah saja. Untuk jenjang SMP, penerapan kurikulum ini hanya diberlakukan siswa kelas 7 untuk SMPN 1 Ciamis, SMPN 2 Ciamis, SMPN 3 Ciamis, SMPN 1 Padaherang, dan SMP Ibnu Siena Cikoneng.

Sementara untuk tingkat SMA atau SMK, hanya diberlakukan untuk  kelas X, diantaranya di SMK N 1 Ciamis, SMKN 2 Ciamis, SMKN 1 Kawali, SMKN 1 Pangandaran, SMKN  1 Padaherang dan SMK Taruna Bangsa.

Kurukulum 2013 dinyatakan sebagai pengembangan kurikulum KTSP 2004. Hanya saja, dalam kurikulum ini terdapat perubahan mendasar dari sisi orientasi, yang melihat perkembangan masyarakat dan penerapannya menggunakan metode scientific assesment.

Muatan pelajaran dikerucutkan sesimpel mungkin, seperti untuk mata pelajaran Biologi, Fisika, Kimia diganti menjadi mata pelajaran IPA. Begitupun untuk mata pelajaran Geografi, Ekonomi  dan Sejarah menjadi mata pelajaran IPS. Adapun mata pelajaran TIK, dalam kurikulum ini dihapus, sebagai gantinya setiap mata pelajaran harus diakitkan dengan penerapan TIK.

“Siap tidak siap harus siap. Karena, kami sudah mengirim 22 orang Guru unutk mengikuti workshop kurikulum 2013, baru-baru ini, di Bandung,” ungkap Kepala SMPN 1 Ciamis, Agus Yudhono, pekan lalu.

Agus mengatakan bantuan buku kurikulum 2013 sudah diserap oleh siswa kelas VII di sekolahnya. “Secara bertahap, Insya Allah kami ikuti petunjuk dari pemerintah,” paparnya.

Ditemui terpisah, Kepala SMPN 2 Ciamis, DR. Agus Try, Selasa (23/7), mengatakan, pihaknya sudah mengikuti workshop kurikulum 2013. Bahkan, setiap minggu selalu melakukan evaluasi penerapan kurikulum tersebut.

“Kalau KTSP 2004, Pemerintah menyiapkan kompetensi siswa tanpa melihat perkembangan outputnya. Kalau Kurikulum 2013, Outputnya dulu didesign, baru dirancang kurikulumnya. Itu perbedaan secara prinsipilnya,” kata Agus.

Agus menuturkan, secara teknis pihaknya sudah menerapkan detail kurikulum 2013 hingga ke tingkat kelas. 370 buku sudah dibagikan. Pembagian kelompok di setiap kelas sudah dibentuk sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk teknis (Juknis).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, kesiapan sekolah untuk menerapkan Kurikulum 2013 ini harus dibarengi dengan supervisi dari pengambil kebijakan. “Alhamdulilah untuk sarana di sekolah kami sudah memadai,” tandasnya.

Senada dengan itu, Kepala SMKN Pangandaran, Drs. Maman Sudirman, MM, mengatakan, konsekuensi dari kurikulum 2013 ini, jam mata pelajaran menjadi bertambah. Ada penambahan dua jam utnuk setiap mata pelajaran. “Dan itu sudah kami antisipasi. Kami juga sudah menerapkannya,” ungkapnya.

Kepala SMK Taruna Bangsa, Agus Gusanto, SPd, mengaku, pihaknya juga sudah menerapkan kurikulum 2013. “Meski bertahap, kami terus lakukan sesuai juklak dan juknisnya,” pungkasnya. (DK/Koran-HR)           

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply