(Soal Honor Pantarlih) KPU Banjar Nyatakan Beres, Kelurahan Pataruman Kebingungan

25/07/2013 0 Comments
(Soal Honor Pantarlih) KPU Banjar Nyatakan Beres, Kelurahan Pataruman Kebingungan

Foto Ilustrasi

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ketua KPU Kota Banjar, Nur Rifa’i, SH., mengatakan, masalah pembayaran honor bagi petugas Panitia pendaftaran pemilih (Pantarlih) di Kelurahan Pataruman sudah selesai, karena pihaknya telah memanggil PPK maupun PPS Kelurahan Pataruman. Namun, pihak KPU menyebutkan bahwa petugas Pantarlih yang belum dibayarkan honornya itu jumlahnya sebanyak 11 orang.   

“Kami sudah memanggil PPK maupun PPS-nya, dan mereka mengatakan masalah tersebut sudah selesai. Kemudian, dari ke 11 orang Pantarlih yang belum dibayarkan honornya juga sudah selesai. Bahkan kami telah melayangkan surat undangan untuk PPK, PPS, kesekretariatan Kelurahan Pataruman, sekaligus Lurahnya, untuk duduk bersama. Dan akan saya luruskan bahwa masalah ini sudah beres,” kata Nur Rifa’I, kepada HR, Senin (22/7).

Adapun wacana yang terdengar mengenai akan ada pemboikotan pelaksanaan Pileg atau Pilwalkot, lanjutnya, kalaupun itu terjadi, maka pihaknya akan memberikan sanksi sesuai Undang Undang yang berlaku tentang usaha pemboikotan Pilkada. Intinya akan ditindak pidana.

Sementara itu, terkait dengan pernyataan Ketua KPU Kota Banjar tersebut, Kasi. Pemerintahan Kelurahan Pataruman, Dede Suryana Marwi, SIP., saat dihubungi kembali oleh HR melalui telepon selularnya pada Senin malam (22/7), justru malah mempertanyakan maksud dari pernyataan Nur Rifa’i.

“Maksudnya selesai bagaimana, kemudian sisa honor Pantarlih yang belum dibayarkan bagaimana nasibnya. Saya ketakutan kalau masalah ini dianggap selesai tanpa adanya perbaikan di lapangan. Sebab nantinya akan terbentuk barisan Pantarlih yang sakit hati, kemudian akan timbul ketidak percayaan lagi yang imbasnya pada Pilwalkot. Ini baru pendataan sementara, belum nantinya masuk ke DPT, jadi masih cukup panjang, namun dengan semudah itu permasalahan ini oleh KPU dibilang selesai. Saya jadi kurang mengerti dengan kinerja KPU,” kata Dede.

Sementara Lurah Pataruman, Sri Herdiani, SP., yang juga dihubungi lagi oleh HR, melalui telepon selularnya, mengaku, bahwa mengenai musyawarah yang dikatakan Ketua KPU tersebut, dirinya tidak sempat ikut dalam pertemuan itu.

Karena ada kepentingan lain, sehingga Sri terlambat datang ke kantor KPU sekitar 15-30 menitan. Namun, setibanya di sana, lanjutnya, ternyata sudah tidak ada siapa-siapa lagi selain Ustadz Iskandar yang tengah berada di ruangan Ketua KPU, dan memberitahu Sri bahwa pertemuan sudah dilakukan serta permasalahannya sudah selesai.

“Saya sedikit kecewa karena saya kira pertemuan itu akan dimulai setelah semua undangan hadir. Kemudian saya coba telepon Pa Nur Rifa’i untuk konfirmasi, tapi tidak diangkat. Karena saya rasa permasalahan tersebut belum selesai, sebab pada Senin sore (22/7-red), masih ada Pantarlih yang SMS saya mengaku belum mendapatkan haknya, dan menanyakan harus ke siapa menagihnya,” kata Sri. (HND/Koran-HR) 

 

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!