Sungai Citanduy Meluap, Panumbangan dan Cihaurbeuti Terendam Banjir

25/07/2013 0 Comments
Sungai Citanduy Meluap, Panumbangan dan Cihaurbeuti Terendam Banjir

Ketinggian banjir di Desa Golat Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis  hingga pukul 04.30 WIB, masih setinggi mata kaki orang dewasa. Foto: Eli Suherli/HR

Panumbangan, (harapanrakyat.com),-

Setelah tadi malam diguyur hujan lebat selama 5 jam, membuat Sungai Citanduy yang berada di Kecamatan Panumbangan dan Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, meluap, Rabu malam (25/7). Akibatnya, sejumlah desa di dua kecamatan tersebut terendam banjir.

Dari pantauan HR di Dusun Ciroke, Desa Golat, Kecamatan Panumbangan, hingga pukul 04.00 WIB, Kamis (25/7), banjir masih menggenangi sejumlah rumah yang berada di kawasan tersebut. Ketinggian air masih setinggi lutut orang dewasa.

Menurut warga Dusun Ciroke, Desa Golat, Kecamatan Panumbangan, Yusy Dwi Hastuti, selain diakibatkan dari hujan lebat yang cukup lama, banjir yang merendam 6 desa di Kecamatan Panumbangan itu juga diakibatkan dari banjir bandang yang berasal dari hulu Sungai Citanduy.

“ Karena barusan dapat informasi, bahwa sejumlah rumah di daerah Tasik yang berada di aliran hulu Sungai Citanduy, terendam banjir hingga tingginya mencapai ke atap rumah. Banjir kali ini tampaknya banjir terbesar, karena daerah Desa Golat juga baru kali ini terkena dampak banjir,” terangnya.

Menurut Yusy, akibat adanya banjir tersebut, membuat warga harus keluar dari rumahnya. Karena air bah sudah masuk ke dalam rumah dan merendam seluruh bagian sudut rumah warga. “ Tidak ada satu pun rumah warga di daerah kami yang tidak terendam banjir. Meskipun sekerang ketinggian air mulai surut, tapi air masih menggenang sampai ke dalam rumah,” ujarnya.

Yusy yang juga Anggota DPRD Ciamis ini meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terkena dampak banjir.

Menurut Yusy, daerah di Panumbangan yang paling parah terkena dampak banjir, yakni di daerah Warudoyong, Warungsawah, Tanjungmulya dan Pamokolan. “ Di daerah itu ketinggian banjir cukup tinggi, sampai-sampai mobil tidak bisa melintas karena air yang terlalu tinggi,” pungkasnya. (es/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply