Tolak Minum Miras, Gadis Remaja Diperkosa Dua Pemuda

24/07/2013 0 Comments
Tolak Minum Miras, Gadis Remaja Diperkosa Dua Pemuda

IND (19), korban pemerkosaan, warga Tembungkerta, Desa Sukamukti, Kec. Pataruman, dirawat di ruang IGD RSUD Kota Banjar, akibat mengalami luka pada bagian wajahnya. Foto: Pepep Riswanto Akbar/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Seorang gadis remaja berinisal IND (19), korban pemerkosaan, ditemukan warga tergeletak di parit, di daerah Tembungkerta, Desa Sukamukti, Kec. Pataruman, Kota Banjar, dengan kondisi luka dibagian wajahnya karena nekad meloncat dari motor. Korban pun langsung dilarikan ke RSUD Banjar.

Gadis remaja tersebut merupakan korban pemerkosaan dua orang pemuda berinisal AS dan LUK, yang dilakukan di sebuah rumah milik Yanyan (39), warga Dusun Kertajaga, RT.01/01, Desa Sukajaya, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis, pada Minggu malam (21/7).

Saat ditemui HR di RSUD Banjar, Senin (22/7), ibu korban, Siti, warga Dusun Tembungkerta, RT.05/10, Desa Sukamukti, Kec. Pataruman, menuturkan, sehabis buka puasa pada hari Minggu (21/7), anaknya diajak oleh seorang teman perempuannya berinisial NN untuk jalan-jalan.

Namun, hingga jam 23.00 WIB, IND tidak kunjung pulang. Khawatir dengan kondisi anaknya yang belum juga pulang, Siti pun berusaha mencari keberadaan IND. Dan akhirnya pada jam 23.30 WIB, IND pun ditemukan oleh seorang warga Tembungkerta.

Sementara menurut penuturan IND, pada malam itu dia diajak NN dan dua orang pemuda, AS dan LUK, keduanya adalah teman NN, pergi ke sebuah rumah milik Yanyan (39), seorang warga di Dusun Kertajaga, RT.01/01, Desa Sukajaya, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis.

Kemudian setelah itu, AS dan LUK membeli 2 botol minuman keras (miras). Mereka bertiga, yakni AS, LUK dan NN, bermaksud menggelar pesta miras di rumah tersebut. Namun, setibanya di rumah Yanyan, korban menolak untuk meminum miras.

Karena AS dan LUK dalam keadaan mabuk, maka terjadilah pemerkosaan di rumah tersebut. Setelah kejadian itu korban langsung dibawa ke daerah Tembungkerta oleh salah satu pelaku dengan menggunakna sepeda motor, yakni ke sekitar rumah korban.

Tapi setelah sampai ke dekat rumah korban, motor yang digunakan pelaku tidak berhenti. Akhirnya korban pun nekad meloncat dari motor hingga terguling ke parit, sedangkan pelaku langsung melarikan diri.

Sementara itu, Kanit. Reskrim Polsek Pataruman, Aiptu. Olin Sumarlin, mengatakan, mengenai kasus pemerkosaan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun, karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di wilayah Kec. Pamarican, Kab. Ciamis, maka kasus tersebut dilimpahkan kepada Polsek Pamarican.

“Berdasarkan keterangan dari korban, kami langsung menuju ke TKP di daerah Pamarican. Dan ternyata benar rumah di Dusun Kertajaga, RT.01/01, Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, itu pemiliknya bernama Yanyan,” kata Olin.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa menurut keterangan Yanyan, memang semalam IND dan 3 orang temannya, yakni NN, AS dan LUK, datang ke rumah Yanyan. Pemilik rumah juga mengakui memang semalam ada pesta miras di rumahnya.

Namun, sekitar jam 20.00 WIB, Yanyan beserta Entik, istrinya, keluar bermaksud mencari angin sambil jalan-jalan. Sekembalinya ke rumah sekitar jam 21.00 WIB, Yanyan mendapati IND tengah menangis di kamar.

“Karena panik, Yanyan kemudian menyuruh mereka pulang, sebab katanya takut terjadi sesuatu. Dan setelah itu Yayan tidak tahu menahu lagi yang terjadi,” terangnya.

Berdasarkan dari beberapa keterangan tersebut, kata Olin, kini pihaknya sudah mengantongi dua nama yang diduga pelaku pemerkosaan terhadap IND, yaitu AS dan LUK, serta NN, teman perempuan korban yang mengajaknya ke luar. Sampai saat ini pihaknya masih terus mencari keberadaan tiga orang tersebut.

Sementara itu, menurut Juned, salah seorang tetangga Yanyan, mengatakan, bahwa memang rumah tersebut sering dijadikat tempat mesum dan pesta miras. Bahkan, Yanyan sendiri kerap dipanggil oleh Ketua RT setempat, lantaran aktifitas di rumahnya sering melebihi batas waktu.

“Saya dan warga setempat mengharapkan agar pemilik rumah tersebut pindah dari kampung sini karena sudah meresahkan warga,” kata Juned. (PRA/Koran-HR)

 

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply