Besok, PWI Jabar Bareng Bank bjb Gelar “Gerebek Pasar” di Ciamis

30/08/2013 0 Comments
Besok, PWI Jabar Bareng Bank bjb Gelar “Gerebek Pasar” di Ciamis

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Ketua PWI Jabar Mirza Julhadi, Wakil Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, dan Pimimpin Divisi Mikro Bank BJB Benny Riswandi, saat berdiskusi dengan para pelaku usaha dalam acara “Grebeg Pasar”, yang diselenggarakan PWI Jabar dan Bank bjb, di Pusat Grosir Cirebon (PGC), Kota Cirebon, belum lama ini. Foto: Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Bertujuan agar pelaku usaha bisa memperoleh informasi tentang bagaimana mengakses permodalan, serta melakukan kemitraan dengan pihak perbankan, Koperasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat yang bekerjasama dengan Bank bjb, Sabtu (31/8), akan mengumpulkan sejumlah pelaku usaha dalam acara “Gerebek Pasar” yang digelar di Pasar Manis Ciamis.

Ketua Koperasi PWI Jawa Barat, Dadang Hermawan, didampingi Sekretaris Irwan Natsir, dalam keterangan persnya, Rabu (28/8), mengatakan, acara gerebek pasar merupakan program yang digagas Koperasi PWI yang bekerjasama dengan Bank bjb selaku sponsor acara.

“Latar belakang kenapa diadakan acara gerebek pasar, karena selama ini para pelaku usaha mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses untuk permodalan, atau melakukan kemitraan dengan pihak perbankan, sehingga kondisi seperti itu mendorong Koperasi PWI menggagas kegiatan gerebek pasar,” kata Dadang.

Persoalan yang selama ini yang muncul, lanjut Dadang, mulai tergerusnya keberadaan pasar-pasar tradisional di Jawa Barat, seiring dengan berkembangnya pasar-pasar modern dalam bentuk supermarket atau mini market.” Perkembangannya begitu pesat sehingga tak sebanding dengan keberadaan pasar-pasar tradisional,” imbuhnya.

Menurut Dadang, satu sisi, pertumbuhan semacam itu bisa mencerminkan perkembangan perekonomian, namun dari aspek lain, tergerusnya keberadaan pasar tradisional menjadi ancaman serius bagi para pelaku usaha kecil dan mikro yang selama ini mendominasi pasar-pasar tradisional.

“Keberadaan pelaku usaha mikro dan kecil di pasar-pasar tradisional memiliki mata rantai yang cukup panjang, terutama dari sudut perekonomian. Sebab, pelaku usaha mikro dan kecil dari segi distribusi memiliki jaringan yang telah menjalar, baik dari segi vertikal maupun horizontal,” kata Dadang.

Menurut Dadang, mempertahankan dan mengembangkan pelaku usaha mikro dan kecil di pasar-pasar tradisional sebenarnya mempertahankan distribusi perekonomian masyarakat. Bahkan ketahanan ekonomi masyarakat bisa tumbuh lebih baik, karena sifat jejaring pelaku usaha mikro dan kecil yang tidak berdiri sendiri. (Bgj/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!