Dedi: Jangan Kaitkan Soal “Bagong” Ngamuk Dengan Cerita Mistis!

03/08/2013 0 Comments
Dedi: Jangan Kaitkan Soal “Bagong” Ngamuk Dengan Cerita Mistis!

Foto Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Camat Sadananya Kabupaten Ciamis, Drs. Dedi Iskandar, meminta warga agar tidak mengaitkan persoalan Babi Hutan alias “Bagong” yang sempat mengamuk dan menewaskan 1 orang warga serta membuat seorang bocah terluka di lengan kirinya, yang terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Sabtu (6/7) lalu, dengan cerita mistis yang bisa menyesatkan aqidah.

Menurut dia, belum tertangkapnya “Bagong” tersebut, dikarena cuaca yang terus hujan di wilayah Sadananya, sehingga menyulitkan regu pemburu dari Perbakin Tasikmalaya untuk menangkap Bagong tersebut.

“Kita minta warga berpikir rasional terkait belum tertangkapnya “Bagong” tersebut. Dan jangan mengaitkan dengan pikiran irasional yang bisa menyesatkan aqidah. Memang tim Perbakin Tasik sudah kehilangan jejak untuk memburu “Bagong” ini. Tetapi kita akan terus berupaya dengan mendatangkan tim khusus dari Perbakin Jawa Barat,” terangnya, kepada HR, Selasa (30/7).

Sebelumnya, cerita mistis yang menjurus ke pemahaman tahayul itu, terkait keberadaan “Bagong” ngamuk tersebut, kini sudah menjadi wacana dan jadi topik perbincangan hangat di masyarakat setempat. Munculnya cerita misteri itu, setelah sejumlah warga dan pemburu babi hutan yang didatangkan dari luar daerah, kerap gagal dalam perburuan “Bagong” ngamuk tersebut.

Tokoh Pemuda Kecamatan Sadananya, Nursaid, S.Pd, mengatakan, sejumlah warga yang dibantu oleh tim pemburu babi hutan yang didatangkan dari luar daerah, kerap gagal saat melakukan perburuan “Bagong” ngamuk tersebut. Perburuan itu sudah dilakukan selama dua pekan lalu dan saat ini perburuannya dihentikan untuk sementara.

“Perburuan “Bagong” ngamuk itu akan dilanjutkan nanti setelah Lebaran dan juga akan mendatangkan regu penembak dari Perbakin Bandung, “ ujarnya.

Menurut Nursaid, dari cerita yang berkembang di masyarakat, saat perburuan “Bagong” ngamuk, warga dan tim pemburu sempat beberapa kali memergoki “Bagong” tersebut di tengah hutan. Namun, upaya warga dan tim pemburu kerap gagal saat khendak melumpuhkan “Bagong” yang konon berat badannya sekitar 200 kg tersebut. (DK/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply