Kesejahteraan Satgas, Jadi Faktor Tindakan Pencurian di Pasar Banjar?

15/08/2013 0 Comments
Kesejahteraan Satgas, Jadi Faktor Tindakan Pencurian di Pasar Banjar?

Dua orang oknum anggota Satgas Pasar Banjar ketika diperiksa polisi setelah diduga sebagai pelaku pencurian di kios Pasar Banjar. Foto: Dok HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Menanggapi adanya tiga orang oknum Satgas Pasar Banjar yang melakukan pencurian barang dagangan di kios milik salah seorang pedagang, Kepala UPTD Pasar Banjar, Mamat Rahmat, mengatakan, bahwa memang banyak factor yang menjadi penyebabnya, salah satunya mungkin dari kesejahteraan anggota Satgas sendiri.

Hal itu bisa menjadi faktor mereka berbuat seperti itu. Tapi Mamat juga mengakui bahwa dirinya merasa kecolongan dengan ulah oknum Satgas Pasar tersebut. Karena, selama 4 bulan menjabat sebagai Kepala UPTD Pasar, Mamat justru tengah memperbaiki segala keluhan-keluhan dari warga pasar maupun pengunjung. Dan semua itu sudah mulai berjalan.

“Bagi saya tentu sangat bersyukur dengan tertangkapnya mereka. Sebab saya merasa dikhianati. Disisi lain saya tengah berupaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan, dan menumbuhkan kepercayaan dari warga pasar, tapi ternyata upaya yang saya lakukan ini justru malah dicoreng oleh bawahan saya. Tapi semua kembali lagi ke SDM-nya, mentalitasnya seperti apa, perekrutannya bagaimana. Seperti pribahasa kalau ada tikus di lumbung, bukan lumbungnya yang dibakar, tapi tikusnya yang diambil,” tutur Mamat, saat ditemui HR, Selasa (13/8).

Kedepan mau seperti apa, nanti malam Paguyuban Pedagang Pasar Banjar akan mengadakan rembugan di internalnya. Untuk itu pihaknya akan menunggu hasil dari rembugan paguyuban, dan mengikuti apa keinginan dari warga pasar.

Lebih lanjut Mamat mengatakan, paguyuban nanti membuat hasil rapat secara tertulis, disampaikan kepada dirinya sebagai Kepala UPTD Pasar, kemudian ke Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag), dan kepada Walikota Banjar.

“Jadi apakah anak-anak ini akan diberdayakan atau bagaiamana, karena memang atas kejadian ini dampaknya warga pasar menjadi tidak percaya terhadap semua petugas yang ada di UPTD,” ungkapnya.

Mamat menyebutkan, bahwa dampak dari kejadian tersebut juga akan berpengaruh terhadap penarikan retribusi atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pasar Banjar. Karena, kalau para pedagang diberikan kenyamanan, kemanan dalam berdagangnya, tentu mereka pun tidak akan susah memenuhi kewajibannya.

“Bagi saya, dengan adanya kasus ini, mudah-mudahan jadi pelajaran bagi mereka dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku, sehingga ada efek jera terhadap mereka, sekaligus pembelajaran pula bagi anggota Satgas yang lain,” kata Mamat. (Eva/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply