Terminal dan Pasar Banjarsari Minta Ditata Ulang

07/08/2013 0 Comments
Terminal dan Pasar Banjarsari Minta Ditata Ulang

Pasar Tradisional yang menyatu dengan Terminal Banjarsari Kabupaten Ciamis, tampak semraut. Warga pun meminta Pemkab Ciamis untuk segera melakukan penataan. Foto: Andri S. Hamara/HR

Banjarsari, (harapanrakyat.com),-

Pasar Tradisional Banjarsari Kabupaten Ciamis semakin hari tidak tertata dan kian semrawut. Bahkan, sebagian besar akses jalan di sekeliling pasar kerap dipadati lapak milik para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan unggas dan lapak parkir.

Bukan hanya itu, akses jalan menuju terminal, yang kebetulan berada di tengah pasar, juga menjadi tertutup. Kendaraan umum pun sulit untuk menjangkau terminal, karena para PKL dan lapak parkir sudah lebih dulu menutupi jalan tersebut.

Yayan (45), Sopir Bus, Sabtu (27/7), mengeluhkan akses menuju terminal yang sering terhalangi lapak parkir dan para PKL yang berjualan di bilangan Pasar Banjarsari. Padahal bis yang dia kendarai harus masuk ke kawasan terminal.

Pada kesempatan yang sama, Yayan berharap, untuk memperlancar aktifitas kendaraa menuju terminal, petugas pasar, petugas terminal dan petugas parkir untuk menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik.

Tugasnya, kata Yayan, petugas pasar mengawasi dan mengatur para pedagang, petugas terminal mengatur kendaran yang masuk ke terminal, dan petugas parkir mengatur kendaran yang mau parkir, dan semuanya tidak saling dirugikan.

“Selama ini, kendaraan umum seringkali kesulitan saat mau masuk ke terminal, karena aksesnya dihalangi pedagang dan kendaraan yang diparkir sembarangan,  ujarnya.

Nono (50), pedagang ayam, mengaku terpaksa berjualan di badan jalan. Alasannya, dia tidak memiliki tempat khusus berjualan ayam di pasar. Dia malah meminta agar pengelola pasar menyediakan tempat khusus untuk berjualan unggas.

“Seharusnya pengelola pasar mengerti, dan menyediakan tempat khusus bagi para pedagang unggas, serta lahan parkir,” katanya.

Lebih lanjut, Nono berharap, pengelola pasar segera mencari solusi, memberikan tempat khusus bagi pedagang unggas. Agar, akses kendaraan yang akan menuju terminal tidak lagi terganggu oleh keberadaan para pedagang.

Hal itu juga diakui Mul (45), juru parkir di bilangan Pasar Banjarsari. Dia mengatakan, pasar dan terminal seharusnya diberi jarak atau terpisah. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan kajian untuk penataan pasar dan terminal Banjarsari.

“15 atau 20 tahun yang lalu, jumlah kendaraan umum mungkin masih terbatas. Tapi sekarang, jumlahnya semakin banyak. Jadi, memang perlu ada penataan kembali antara lokasi pasar dan terminal,” pungkasnya. (Andri/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!