Warga Situbatu Minta Pemkot Banjar Bangun Kirmir

06/08/2013 0 Comments
Warga Situbatu Minta Pemkot Banjar Bangun Kirmir

Seorang warga tengah menunjukan tanggul darurat sebagai penahan agar jalan tidak tergerus air. Namun, kondisi tanggul tersebut kini sudah mengalami kerusakan. Warga minta supaya pemerintah kota memberikan bantuan untuk pembuatan kirmir saluran dan jalan. Foto: Eva Lativah/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setiap hujan turun, jalan penghubung antara Lingkungan Awiluar, Kelurahan Situbatu, dengan Desa Cibeureum, Balokang, dan Desa Neglasari, Kec/Kota Banjar, selalu tergerus luapan air dari saluran drainase yang ada di bagian sisi kanan dan kiri jalan.

Lurah Situbatu, Agus Mulyono, mengatakan, jika dibiarkan berlarut-larut, maka bagian aspal jalan akan semakin habis terkikis air. Warga setempat pun berinisiatif membuat tanggul darurat menggunakan karung berisi tanah sebagai penahan agar bagian bahu jalan tidak terus-terusan terkikis air.

Namun, tetap saja tanggul tersebut tidak dapat bertahan lama, sehingga warga menginginkan adanya bantuan dari pemerintah kota untuk pembuatan kirmir saluran air dan kirmir jalan yang panjangnya kurang lebih sekitar 300 meter.

“Pembuatan tanggul darurat sudah beberapa kali dilakukan oleh warga setempat. Tapi kalau musim hujan tanggul darurat itu cepat rusak. Sebetulnya pihak kelurahan telah mengajukan proposal untuk pembuatan kirmir. Bahkan dalam Musren juga masalah ini sudah pernah dibahas. Namun tidak direalisasi, dengan alasan untuk pembuatan kirmir di lokasi tersebut membutuhkan biaya besar, yakni sekitar 500 juta rupiah,” tutur Agus, kepada HR, Selasa (30/7).

Padahal, lanjut Agus, pembuatan kirmir yang diharapkan warga tidak harus rampung sekaligus, namun dapat dilakukan dalam beberapa tahapan dengan cara dibangun sebagian dulu, menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Untuk  paham teknisnya tentu dinas terkait. Kalau misalkan anggarannya hanya cukup buat 150 meter juga tidak apa-apa, yang penting ada penanganan serius dari pemerintah kota. Kurangnya di anggaran tahun berikutnya atau di perubahan. Seperti itu yang diharapkan masyarakat. Kalau kelurahan tidak punya anggaran sebesar itu,” ujarnya.

Agus juga mengatakan, pada waktu hujan turun, selain tergerus luapan air, jalan penghubung empat wilayah tersebut kerap dipenuhi longsoran tanah dari tebing yang ada di bagian sisi kanan saluran/jalan.

Sementara itu, sejumlah warga di Lingkungan Awiluar, mengatakan, bahwa jalan itu merupakan jalan hidup yang setiap harinya sering dilalui kendaraan dari Situbatu menuju ke Cipantaran, Desa Cibeureum, maupun ke wilayah Desa Balokang dan Neglasari. Begitu pula sebaliknya.

Jika tidak segera dibuatkan kirmir pada saluran dan jalan, maka dalam musim hujan mendatang kondisi jalan dikhawatirkan akan semakin rusak. “Kalau jalan ini sampai rusak parah, otomatis aktifitas warga menjadi terhambat. Untuk itu kami sangat mengharapkan apa yang kami inginkan bisa direalisasikan oleh pemerintah kota,” harap salah seorang warga yang namanya enggan dikorankan. (Eva/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!