Berebut Air Irigasi, 2 Petani di Kawali ‘Adu Jotos’ Hingga Babak Belur

16/09/2013 0 Comments
Berebut Air Irigasi, 2 Petani di Kawali ‘Adu Jotos’ Hingga Babak Belur

Foto Ilustrasi/*Foto Ilustrasi: Istimewa

Kawali, (harapanrakyat.com),-

Dipicu dari rebutan air irigasi untuk mengairi areal persawahan dan kolom ikan yang saat ini dilanda kekeringan akibat kemarau, dua orang petani di Dusun Cilongok, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, terlibat perkelahian atau ‘adu jotos’ hingga keduanya babak belur, Sabtu (14/9).

Terjadinya rebutan air yang berujung perkelahian ini, menyusul minimnya pasokan air yang disuplay dari irigasi Cikunya. Debit air menurun drastis, sehingga membuat areal persawahan dan kolom ikan di daerah tersebut tidak bisa dipasok seluruhnya. Sistem gilir mendapat pasokan air tidak diberlakukan. Akibatnya, petani di sana harus berebut air.

Kepala Dusun Cilongok, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Uci Sanusi, mengatakan, sulitnya mendapat pasokan air di saat musim kemarau kerap menimbulkan percekcokan di antara petani. Bukan kali ini saja terjadi rebutan air antar petani, tetap hampir di setiap musim kemarau hal itu kerap terjadi.

“Hanya, biasanya cuma adu mulut saja, tidak sampai terlibat perkelahian fisik,” ujar Uci, kepada HR, di Kawali, Sabtu (13/9).

Namun, lanjut Uci, baru kali ini saja yang berujung perkelahian fisik. Ini pun awalnya dari adu mulut antara At dengan LH, yang keduanya petani setempat. Karena di saat adu mulut ada perkataan At yang dianggap kasar dan kurang mengenakkan,  membuat LH naik pitam. Perkelahian pun tidak dapat dihindari. Beruntung, petani lainnya bisa melerai, sehingga perkelahian tidak berlangsung lama.

Namun, kata Uci, perkelahian itu malah berlanjut ketika LH mendatangi rumah At. Mungkin masih penasaran, adu jotos pun kembali berlangsung di rumah At. Namun naas, TV milik At malah ikut menjadi korban akibat perkelahian sengit tersebut.  Keduanya pun babak belur akibat dari saling pukul saat perkelahian berlangsung.

“Beruntung warga langsung berdatangan dan perkelahian pun bisa kembali dilerai. Waktu itu pun permasalahan langsung  diselesaikan melalui musyawarah. Kedua belah pihak harus membuat pernyataan yang isinya tidak mengulangi perkelahian. Kalau melanggar, maka permasalahan ini akan dilaporkan ke pihak kepolisian. Ini kami lakukan supaya ada efek jera terhadap keduanya,” ujarnya. (Dji/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply