BNNK Ciamis Tekan Penyalgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

25/09/2013 0 Comments
BNNK Ciamis Tekan Penyalgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar

Ketua BNNK Ciamis, dr. Engkan Iskandar, saat melantik kader penyuluh anti narkotika, di kalangan pelajar Ciamis, di Hotel Priangan, Senin  (23/9). Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com).-

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan pelajar dinilai sangat memprihatinkan. Menyadari hal itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis memandang perlu membentukan kader penyuluh anti narkotika di lingkungan sekolah.

Kepala BNN Kabupaten Ciamis, drg. Engkan Iskandar MM, mengatakan, kecenderungan penyalahgunaan penggunaan narkotika di kalangan pelajar, termasuk di Kabupaten Ciamis yakni ganja dan obat-obatan.

“Untuk di kalangan pelajar, sebagian besar kasus yang kita temukan di lapangan yaitu penyalahgunaan penggunaan narkotika jenis ganja dan obat-obatan, termasuk disini (Ciamis),” ungkap Engkan, saat ditemui seusai membuka kegiatan pembentukan kader penyuluh anti narkotika, di Hotel Priangan, Senin  (23/9).

Dalam kesempatan itu, Engkan menjelaskan, mengingat jumlah kasus peredaran penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar, pihaknya memandang pembentukan kader penyuluh anti narkotika ini sangat penting untuk menekan jumlah angka pelajar pengguna.

Menurut Engkan, kegiatan serupa tidak hanya dilakukan saat ini saja, akan tetapi pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Melalui upaya tersebut, kasus penyalahgunaan penggunaan narkotika pun bisa ditekan.

Lebih lanjut Engkan menuturkan, pada tahun ini pihaknya membentuk kader penyuluh anti narkotika di kalangan pelajar melibatkan 10 sekolah, dimana persekolah terdiri dari 9 siswa ditambah 1 guru pembimbing.

Ke-10 sekolah tersebut diantaranya, SMA Informatika, SMAN Rancah, SMAN 1 Sindangkasih, SMAN Kawali, MAN Darussalam, SMK Taruna Bangsa, SMAN I Cisaga, SMKN Rancah, SMKN Kawali, dan MAN Rancah.

“Diharapkan kader-kader penyuluh anti narkotika yang telah kami bentuk ini, mampu menangkal peredaran penyalahgunaan penggunaan narkotika di kalangan pelajar,” katanya.

Engkan mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian BNN yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) Universitas Indonesia (UI), pada tahun 2011 secara global diketahui angka prevalansi penyalahgunaan atau pecandu narkotika mencapai 2,2 persen dari total populasi penduduk Indonesia berusia 10-59 tahun.

“Sebanyak 3,8 juta jiwa menjadi pecandu narkotika. Bila tidak ditangani dengan baik, maka pada tahun 2015, prevalansi penyalahgunaan narkotika diperkirakan menjadi 2,8 persen atau 5,1 juta jiwa,” ujarnya.

Dengan demikian, imbuh Engkan, menjadi suatu kewajiban semua kalangan termasuk pelajar untuk mensosialisasikan mengenai penyalahgunaan penggunaan narkotika.

“Diharapkan, para kader penyuluh anti narkotika dari kalangan pelajar ini bisa menyampaikan bahaya penyalahgunaan penggunaan narkotika, minimal untuk dirinya sendiri, teman, keluarga, dan mansyarakat,” pungkasnya. (DSW/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply