Distan Banjar Jamin Kebutuhan Hewan Kurban

20/09/2013 0 Comments
Distan Banjar Jamin Kebutuhan Hewan Kurban

Foto Ilustrasi/Net

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Menjelang Idul Adha 1434 Hijriah, kebutuhan hewan kurban di Kota Banjar diprediksi mencapai kurang lebih 600-an ekor sapi. Permintaah sapi melonjak tinggi seiring kebutuhan hewan untuk konsumsi daging dan hewan kurban.

Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian (Distan) Kota Banjar, Ir. Ngadimin PS, M.Si., mengatakan, prediksi tersebut melihat berdasarkan jumlah pemotongan hewan kurban pada Idul Adha tahun kemarin yang mencapai sekitar 610 ekor sapi.

“Jadi diprediksikan tahun ini pun jumlahnya berkisar masih diangka 600-an. Tapi memang setiap tahunnya mengalami kenaikan, karena masyarakat sekarang ini lebih memilih sapi sebagai hewan kurban, daripada kambing atau domba,” kata Ngadimin, kepada HR, Senin (16/9).

Meski begitu, untuk Kota Banjar sendiri tidak akan terjadi kekurangan hewan kurban, lantaran banyak supplier maupun peternak local yang sudah siap memenuhi kebutuhan untuk hewan kurban pada Idul Adha tahun ini.

Selain harga jualnya lebih mahal, juga ketersediaan sapi jantan yang siap potong di peternak local. Sapi dengan daging 70 kilogram harganya mencapai Rp.9,5 juta, sapi daging 90 harganya Rp.11-12 juta, dan sapi daging satu kwintal mencapai Rp.14 juta.

“Naiknya harga memang sering terjadi jelang Idul Adha, karena meningkatnya permintaan sapi. Hal ini membuat peternak pada senang menggemukan sebab harga sapi selalu naik,” ujarnya.

Ngadimin mengatakan, sekitar 70 persen kebutuhan hewan kurban di Kota Banjar dipenuhi dari peternak local, walaupun asal-usul hewan tersebut didatangkan dari luar. Pasalnya, peternak di Banjar pada umumnya memfokuskan pada pembibitan.

Sedangkan, untuk menutupi kekurangan sisanya sebesar 30 persen didatangkan dari luar daerah, misalnya dari Blitar, Trenggalek, Ajibarang, termasuk di pasar-pasar sekitar Jawa Tengah.

“Kita juga siap memfasilitasi kalau ada masyarakat yang kesulitan mencari hewan kurban. Artinya dalam hal ini kita hanya sebatas memberitahu di mana-mananya hewan tersebut bisa didapatkan,” katanya.

Menurut Ngadimin, secara umum, kebutuhan sapi di Kota Banjar terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menjadi peluang emas yang tidak boleh disia-siakan oleh peternak lokal untuk membangun peternakan sapi, baik merintis dari awal maupun mengembangkannya untuk peningkatan produksi.

Pemerintah kota sendiri sudah banyak memberikan bantuan kepada pengelola kelompok ternak, baik berupa hewan ternaknya, hingga bantuan pembuatan kandang.

Sementara di tepat terpisah, salah seorang anggota Kelompok Mitra Jaya, di Kel/Kec. Purwaharja, Kota Banjar, Yayat, menyebutkan, jika dikelola dengan benar, bisnis penggemukan sapi potong dapat mendulang untung besar dalam waktu cepat.

Hanya dalam waktu tiga bulan, peternak sudah bisa menjualnya kembali dan mendapatkan keuntungan. Terutama, jika dijual pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, maka keuntungannya lebih besar lagi.

“Rata-rata peningkatan bobot sapi per hari sekitar 1,5 kilogram. Jadi, dalam 90 hari dapat tercapai 135 kilogram. Biasanya ditemukan juga beberapa ekor sapi dapat mencapai pertambahan bobot hingga 2 kilogram per hari,” kata Yayat. (Eva/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply