Kapal Perang TNI AL Bermanuver di Perairan Pangandaran

06/09/2013 0 Comments
Kapal Perang TNI AL Bermanuver di Perairan Pangandaran

Kapal Perang KRI Sultan Hasanudin jenis Sigma milik TNI Angkatan Laut, saat memasuki perairan laut Pangandaran, Kamis (5/9), sekitar pukul 10.00 WIB. Foto: Madlani/HR

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Setelah selama sepekan melakukan patroli di wilayah perairan laut selatan pulau Jawa, Kapal Perang KRI Sultan Hasanudin jenis Sigma milik TNI Angkatan Laut, Kamis (5/9), sekitar pukul 10.00 WIB, masuk ke perairan laut pantai barat Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Selain melakukan patroli dalam rangka menjaga wilayah perbatasan Indonesia, masuknya kapal perang buatan Belanda ini ke perairan Pangandaran juga untuk memperkenalkan kecanggihan kapal tersebut kepada tamu undangan dan sejumlah awak media.

Namun sayang, rencana awal bahwa kapal tersebut akan menurunkan jangkar di pantai barat Pangandaran agar tamu undangan dan awak media bisa masuk dan melihat kecanggihan kapal berukuran 14 x 90 meter dari dalam, ternyata urung dilakukan. Karena saat itu terjadi cuaca buruk yang menyebabkan ombak besar, sehingga tidak memungkinkan kapal tersebut memasang jangkar di pantai.

Sebagai pengganti untuk mengobati kekecewaan tamu undangan dan awak media, kapal perang itu sempat melakukan manuver untuk menunjukan kebolehannya. Aksi manuver kapal perang TNI AL itu mendapat decak kagum dan appluse dari sejumlah tamu undangan.

Dan Lanal TNI AL Bandung, Kol. Iswan Sutiswan, mengatakan, komandan KRI Sulatan Hasanudin meminta maaf, karena tidak bisa mengajak dan menerima tamu undangan masuk ke dalam kapal tersebut. ” Cuaca saat ini tidak memungkinkan. Kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi ini wilayah wisata, dimana di sini harus tetap aman,” kata Iswan, kepada awak media.

Iswan juga mengungkapkan, kapal perang jenis Sigma ini merupakan salah satu kapal tercanggih yang dimiliki TNI Angkatan Laut indonesia.

“Kapal perang ini dilengkapi dengan persenjataan lengkap, diantaranya alat penangkal ranjau bawah laut dan alat penangkal udara anti roket serta pesawat permukaan. Kapal perang ini diluncurkan tahun 2006,” terang Iswan.

Menurut Iswan, Kapal Perang KRI Sultan Hasanudin itu dikomandani oleh Letkol Pelaut Aris Bima Bayu Seto dan membawa 94 ABK.” Kapal ini juga mempunyai prestasi yg luar biasa, diantaranya pernah ikut dalam misi kemanusiaan di Libanon, beberapa waktu lalu. Dan bulan depan akan ikut dalam latihan gabungan bersama SiGaruda,(Singapura-Indonesia),” jelasnya.

Setelah dari Pangandaran, Kapal KRI Sultan Hasanudin ini tepat pukul 16. 00 WIB, langsung bertolak ke Surabaya untuk melanjutkan misi patroli keamanan laut di wilayah perbatasan.

Sementara itu, Penjabat Bupati Pangandaran,Endjang Naffandi, yang hadir di acara tersebut, mengatakan, penyambutan KRI Sultan Hasanudin ini merupakan undangan dari Dan Lanal Kol Iswan Sutiswan Bandung.

Endjang menambahkan, kapal ini masuk ke perairan Pangandaran untuk memperkenalkan kecanggihan kapal ini sekaligus melakukan patroli keamanan di perairan selatan Jawa Barat.

” Tapi sayang rencana awal batal. Asalnya kita diundang untuk masuk ke kapal tersebut agar bisa melihat dari dekat kecanggihan peralatan perang kapal itu. Karena cuaca yang kurang bersahabat, akhirnya batal,” kata Endjang sedikit kecewa. (Mad/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply