Kredit Perbankan Terserap Rp. 70 M di Sektor Peternakan Ciamis

09/09/2013 0 Comments
Kredit Perbankan Terserap Rp. 70 M di Sektor Peternakan Ciamis

Foto Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Selama tahun 2013 ini, daya serap sektor peternakan di Kabupaten Ciamis terhadap kucuran kredit perbankan terbilang tinggi. Para peternak sapi, kambing dan ayam serta itik secara keseluruhan mendapat kucuran hampir 70 milyar rupiah. Padahal skim kredit bagi peternak  tersebut dengan bunga komersial.

Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Ciamis, Drs. H. Wasdi, M.Si, Senin (2/9), mengatakan, modal perbankan sangat membantu pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Ciamis, meskipun para peternak membutuhkan fasilitas kredit lunak, seperti KUR atau KPPE.

“Tidak semua peternak mempunyai permodalan cukup. Jadi fasilitas kredit sangat membantu. Tapi jujur saja, kalau bunga komersial masih dirasa berat bagi peternak. Kami minta ada keringanan,” ungkapnya.

Wasdi mengutarakan, bagi peternak pemula, menggunakan modal perbankan sangatlah beresiko, mengingat resiko kematian ternak. “Tapi bagi peternak yang bukan pemula tidak masalah, selama ada keringanan. Intinya bunga kredit Bank jangan untuk coba-coba di sektor peternakan,” paparnya.

Masih menurut Wasdi, pihaknya menyarankan para peternak untuk berkelompok dalam membudidayakan peternakannya. Ia mengatakan dengan berkelompok akan diperoleh keuntungan bagi peternak.

“Contohnya dalam pembelian pakan, beternak sendiri dan berkelompok jelas menguntungkan berkelompok. Apalagi 70 persen biaya beternak habis untuk pembelian pakan,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Pengembangan Usaha Ternak Disnak Kabupaten Ciamis, Otong Bustomi, Spt, MPt, beberapa waktu lalu, mengatakan tingginya daya serap kredit perbankan dipicu oleh keberhasilan sektor hilir usaha ternak hewani.

“Seperti Susu Sapi, Susu Kambing yang diolah menjadi yoghurt, es krim, karamel, atau daging sapi yang diolah menjadi abon dan dendeng, daging kambing menjadi sate, termasuk ayam goreng dan telur asin satu bulan sekali sudah masuk pasar Jakarta,” paparnya.

Otong menuturkan, diversifikasi atau penganekaragaman produk olahan hewani, saat ini sudah memasuki pemasaran Jawa tengah, seperti Majenang, Cilacap, Purwokerta dan Banyumas termasuk Ibu kota Jakarta.

“Susu Murni permintaannya sudah 150 liter, di Banjar dan di Ciamis baru 50 liter. Ini otomatis menggairahkan sektor budidaya ternak sapi, dan memicu pula permintaan kredit sektor peternakan Ciamis terhadap Perbankan,” paparnya.

Strategi pengembangan hilir ini, imbuh Otong, diperkuat oleh kebijakan pemerintah dalam memberikan fasilitas pengemasan produk dan izin kesehatan. “Pengemasan dan PIRT di setiap produk kelompok peternakan hewani kami bantu untuk difasilitasi,” pungkasnya. (DK/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply