Penataan Bantaran Ciroas Disambut Positif DPRD Banjar

22/09/2013 0 Comments
Penataan Bantaran Ciroas Disambut Positif DPRD Banjar

Aktifitas ekonomi masyarakat tampak tumbuh bermunculan di sekitar Sungai Ciroas saat digelar kegiatan memancing. Foto: Eva Lativah/HR

Pataruman, (harapanrakyat.com),-

Dalam upaya meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), dimana LPE menjadi satu misi dari visi Walikota Banjar terpilih kemarin, maka alangkah tepatnya setiap potensi sumberdaya alam yang ada digali secara maksimum. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu sektornya yaitu melakukan penataan bantaran Sungai Ciroas.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Ciptakarya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar, Asno Sutarno, SP., MP., mengatakan, setelah adanya penataan dari pihak pemerintah kota berupa pembuatan kirmir di sepanjang Sungai Ciroas yang sudah optimum, sekarang masyarakat mulai terbuka pemikirannya bahwa di tempat tersebut ada peluang yang bisa ditangkap.

“Salah satunya masyarakat yang senang memancing, tetapi tidak punya modal. Artinya, mereka yang biasanya hanya nongkrong mancing di pinggir Citanduy atau Ciroas. Pada momentum itu, manfaatkan Ciroas untuk beraktifitas, beinteraksi, atau bahasa agamisnya bersilaturahmi. Selanjutnya kita tinggal memberikan penjelasan mengenai bagaimana supaya Ciroas bisa seperti tempo dulu,” ujar Asno, kepada HR, saat ditemui dalam kegiatan mancing gratis, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dia mengatakan, dulu Sungai Ciroas bisa memberikan kontribusi berupa ikan terhadap masyarakat. Selain itu, lingkungannya pun bersih serta airnya jernih. Tidak seperti sekarang, dimana terlihat banyak limbah rumah tangga dan sampah yang dibuang langsung ke sungai.

Asno mengaku, secara pribadi dirinya menanggapi positif terhadap animo masyarakat dalam kegiatan tersebut. Sekarang tinggal kemauan dari pemerintah kota untuk menata Ciroas menjadi salah satu sungai di tengah kota, selain Sungai Citanduy.

“Kalau Citanduy merupakan sungai yang besar dan memang hulunya pun berada di daerah lain. Sedangkan Ciroas ini daerah hulunya ada di wilayah Banjar. Bahkan bermuaranya juga di Banjar. Tinggal bagaimana kesiapan pemerintah kota untuk menjadikan Ciroas ini sebagai salah satu ikon wisata domestik Kota Banjar,” tuturnya.

Semuanya dapat diwujudkan melalui penataan bantaran Ciroas yang lebih bagus, misalnya dengan dibuatkan taman sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kemudian melalui pengelolaan manajemen sumberdaya air, sehingga airnya bisa tetap terjaga, tidak merusak fungsi fisik yang lain.

Hal itu merupakan inti dari keinginan adanya tindak lanjut penataan bantaran Sungai Ciroas, cepat atau lambat. Karena kegiatan ini sudah terbukti dapat menggerakan masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Terlihat dengan banyaknya aktifitas warga yang berjualan di sekitar Ciroas, atau sekitar lokasi pemancingan.

Guna menumbuhkan animo masyarakat, untuk sementara kegiatan memancing di Ciroas masih digratiskan. Cara tersebut dapat menyadarkan mereka akan pentingnya menata, menjaga dan memelihara lingkungan/kawasan bantaran Ciroas.

Kedepan, kata Asno, jika infrastruktur pendukung sudah lengkap, maka nantinya mereka dijadikan satu kelompok yang akan mengelola retribusi untuk pemeliharaan maupun pembelian penambahan ikannya. Namun, sebelumnya dibuatkan terlebih dahulu  kesepakatan mengenai retribusinya.

“Keinginan masyarakat seperti itu sangat gayun bersambut dengan kami,. Sebab kalau berbicara tentang Adipura yang diraih, maka kita harus mempertahankan Adipura selama lima tahun kedepan untuk meraih Adipura Kencana,” ujarnya.

Salah satu indikator tambahan pada Adipura Kencana adalah kualitas air dan udara. Apabila kualitas air di lingkungan Kota Banjar semakin terkendali dan baik, pencemarannya berkurang, udaranya semakin bersih dengan banyaknya tanaman peneduh, maka Adipura Kencana akan dapat diraih.

DPRD Banjar Sambut Positif Rencana Penataan Ciroas

Adanya keinginan masyarakat seperti itu juga mendapat respon positif dari Anggota DPRD Kota Banjar Fraksi Golkar, Drs. Unen Astramanggala, yang saat itu sengaja menyempatkan waktunya melihat kegiatan mancing gratis di sepanjang bantaran Sungai Ciroas.

Unen mengatakan, pihaknya sangat mendukung kreatifitas dan aktifitas masyarakat di sekitar lingkungan Jadimulya, Kelurahan Hegarsari dan Lingkungan Jelat, Kelurahan Pataruman. Bahkan, dukungan akan diberikan bukan hanya di wilayah itu saja, tapi juga di wilayah lainnya.

“Untuk tata kelola lanjutan, nantinya akan dikelola dengan dijadikannya Ruang Terbuka Hijau. Sebetulnya persediaan oksigen di Kota Banjar banyak, tetapi belum tertata. Nah, mumpung usia Kota Banjar baru 10 tahun, artinya nanti lima tahun kedepan dimasa kepemimpinan Walikota ketiga, kita akan sodorkan rencana penataan RTH di sekitar bantaran Ciroas ini. Dengan panjang sungai sekitar 500 meter dan lebar 7 meter, di sini nanti dibuat besotan air, sehingga bisa dibuka tutup. Jadi kalau sewaktu-waktu dibutuhkan bisa ditutup, misal untuk kegiatan mancing,”jelasnya.

Selain itu, bagian dasar sungai juga akan dibersihkan, tujuannya untuk rekayasa pemancingan, dan dapat pula dijadikan sebagai arus jeram. Sehingga kedepan Sungai Ciroas dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata arung jeram, seperti di daerah lain.

“Kebetulan di DPRD Banjar sekarang ini sedang menyelesaikan pembahasan tentang pengelolaan RTH, jadi akan nyambung dengan rancang kedepannya. Dan, tidak hanya penataan RTH di daerah ini, tetapi kita akan lihat di wilayah mana saja yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi RTH. Tentunya melalui penataan dan pengelolaan,” katanya.

Unen menambahkan, bila ditata dan dikelola secara baik, maka dengan sendirinya akan tumbuh aktifitas ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar Ciroas, terutama pada waktu digelar kegiatan memancing. (Eva/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply