“Penunggu” Gunung Sangkur Kerap Menjelma Jadi Seorang Kakek Renta

06/09/2013 1 Comment
“Penunggu” Gunung Sangkur Kerap Menjelma Jadi Seorang Kakek Renta

Foto Ilustrasi

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Peristiwa janggal yang menimpa Suwito, yang diduga diculik oleh ‘penunggu’ atau mahluk gaib Gunung Sangkur Kota Banjar, ternyata pernah dialami pula oleh Desi, warga Lingkungan Cikabuyutan Timur, RT.03, RW.13, Kelurahan Hegarsari, Kec. Pataruman, Kota Banjar, sekitar 6 bulan lalu.

Desi mengaku bertemu dengan seorang kakek renta ketika dirinya hendak belanja ke warung saat menjelang waktu Maghrib. Ibu rumah tangga yang satu ini lantas tidak mengingat apa pun, kecuali mengikuti langkah sang kakek tersebut.

Setelah dua hari dinyatakan hilang, akhirnya warga menemukan Desi di sekitar kaki Gunung Sangkur, tepatnya di Curug Taneuh, Kec. Pataruman, dengan kondisinya seperti orang linglung. Dia bisa kembali pulang setelah bertemu seorang nenek-nekek yang menunjukan arah jalan pulang.

Berbagai pengalaman mistis lainnya juga pernah dialami sejumlah orang yang tengah mencari pohon kiara dan beringin, untuk dijadikan sebagai bahan tanaman bonsai. Seperti diungkapkan Dede Rohaedi, warga Lingkungan Parunglesang, Kel/Kec. Banjar.

Dede mengaku, beberapa tahun lalu dia bersama dua orang temannya mencari bahan untuk bonsai di sekitar kaki Gunung Sangkur. Tanpa disadari, langkah mereka semakin jauh hingga masuk ke hutan yang masih rembet seperti belum terjamah orang.

“Saking rembetnya, sinar matahari pun hanya sedikit yang masuk. Setelah kami sadar dengan keadaan di sekelilingnya, kami bergegas untuk kembali ke bawah. Tetapi, jalan yang kami lalui ternyata balik lagi balik lagi ke situ. Sampai sore kami terjebak di hutan dan kita semua terus baca do’a, hingga menjelang Maghrib akhirnya kami bertemu dengan seorang nenek-nenek yang sudah mencari kayu bakar,” tuturnya.

Namun, lanjut Dede, nenek tersebut entah dari mana datangnya. Hanya saja si nenek menyuruh Dede dan dua orang temannya itu untuk segera turun, sambil menunjukan arah jalan pulang.

Atas petunjuk nenek tersebut maka mereka bertiga akhirnya bisa pulang dengan selamat. Meski begitu, kata Dede, kemunculan seorang nenek-nenek di hutan yang masih rembet saat menjelang Maghrib merupakan suatu hal yang tidak bisa dinalar dengan logika. “Tapi bersyukur telah bertemu nenek-nenek itu, karena dia telah menyelamatkan kami,” kata Dede. (Eva/Koran-HR)

About author

Related articles

1 Comment

  1. ferry nugraha May 23, at 09:30

    sebenarnyabatu itu ada peninggalan istri nabi sulaiman.. kita jangan slah artikan dulu bahwa tempat itu angkr.. kita harus gali gali dan gali sejaran para nabi.. sbnarnya banyak peninggalan nabi yg trletak di indonesia.. khususnya pulau jawa.. batu itu bukan tmpat buat pesugihan... karna batu itu asalna darimana dan diciptakannya oleh siapa ??? batu itu adalah tempatnya petapa peninggalan ratu bilqis.. petapa yg dmaksud bukan mnduakan allah (musryik) tapi itu tmpatnya berdoa dan dzikir kpda allah.. mungkin sgitu saja yang sya tau.. janganlah kita berprasangka buruk dulu.. kalau kita demikian brarti kita tidak percaya akan ciptaannya.. trmksih..

    Reply

Leave a Reply