(Pilkada Ciamis) Budi: Sekalipun Kalah, Pemuda Tidak Akan Habis Tenaga

26/09/2013 0 Comments
(Pilkada Ciamis) Budi: Sekalipun Kalah, Pemuda Tidak Akan Habis Tenaga

Calon Bupati Ciamis, Budi Kurnia dari nomor urut 3, saat melakukan pencoblosan di TPS 6 Dusun Cicau, Desa Dewasari, Kecamatan Cijenjing, Kabupaten Ciamis, Minggu (22/9). Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Calon Bupati Ciamis, Budi Kurnia, mengatakan, pihaknya tetap akan menunggu hasil perhitungan manual yang dilakukan KPUD Ciamis, meski sejumlah hasil perhitungan quick count menunjukan pasangan Calon Bupati Ciamis- Wakil Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin- Jeje Wiradinata, unggul dengan perolehan suara dikisaran 60%.

Namun demikian, lanjut Budi, dari saat dirinya mendaftarkan diri sebagai Bupati Ciamis, sudah memiliki prinsip siap menang dan siap kalah. “ Nah, ini keunggulan calon pemimpin muda. Ia tidak akan habis mental, habis energi dan habis tenaga, sekalipun kalah dalam sebuah ‘pertarungan‘ politik. Makanya, dari jauh-jauh hari, saya sudah menyatakan siap menang dan siap kalah, “ tegasnya, kepada HR, Senin (24/9).

Menurut Budi, dirinya tidak mengikuti hasil perhitungan quick count Pilkada Ciamis, karena yang akan menjadi pegangan adalah hasil perhitungan manual KPUD Ciamis. “ Makanya, sebelum KPUD memplenokan hasil perhitungan manual, saya belum mau berkomentar mengenai hasil Pilkada ini. Kita tunggu saja hasil pleno KPUD,” imbuhnya.

Budi juga menyatakan bahwa Pilkada Ciamis tidak menarik dan tidak ramai. Alasannya, selama tahapan kampanye Pilkada, banyak sejumlah pelanggaran, tetapi dibiarkan begitu saja. “ Itu maksud saya Pilkada Ciamis tidak ramai. Ibarat dalam sepakbola, meski pemain banyak melakukan pelanggaran, tetapi dibiarkan saja oleh wasit tanpa prikik,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai pelanggaran apa yang terjadi, Budi enggan menyebutkan. Menurut dia, untuk menjawab soal pelanggaran yang terjadi, lebih baik tanyakan kepada tim kampanye pasangan BUMI. “ Nanti saja tim kami yang memberi penjelasan mengenai hal itu,” ujarnya.

Menurut Budi, dengan ditemukannya pelanggaran tersebut, tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). “ Tunggu saja nanti lah, setelah hasil perhitungan manual KPUD,” katanya. (DSW/Bgj/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply